Krisis Afrika Timur memburuk, 40,5 juta orang kini terancam kelaparan

Anak-anak menunggu pembagian makanan di Samburu County, Kenya, pada 30 Maret 2022. (Xinhua/Chrispinus Omar)

Nairobi, Kenya (Xinhua/Indonesia Window) – Badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (15/7) memperingatkan bahwa Afrika Timur masih menjadi kawasan yang mengalami krisis kemanusiaan serius, dengan perkiraan 48,5 juta orang membutuhkan bantuan pada tahun ini.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa kebutuhan bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut terus dipicu oleh konflik, pengungsian, guncangan iklim, wabah penyakit, dan kerawanan pangan, sementara ancaman penyebaran Ebola dari Republik Demokratik (RD) Kongo menimbulkan risiko tambahan.

"Meskipun wabah Ebola saat ini masih terkonsentrasi di RD Kongo, risiko penyebarannya ke kawasan tetap tinggi," kata OCHA dalam laporan kemanusiaan terbarunya.

Menurut badan PBB tersebut, kerawanan pangan di kawasan Afrika Timur meningkat pada kuartal kedua (Q2) 2026. Sebanyak 40,5 juta orang menghadapi kelaparan parah, meningkat 1,6 juta orang dibandingkan kuartal pertama (Q1) 2026.

OCHA mengatakan bahwa peningkatan terbesar kerawanan pangan dilaporkan terjadi di Sudan Selatan, Kenya, Sudan, dan Tanzania.

OCHA mengatakan bahwa dampak limpahan dari konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga bahan bakar, biaya transportasi, dan harga pangan, sekaligus mengganggu rantai pasokan serta menekan perekonomian yang sudah rapuh.

Di sisi lain, dampak iklim memaksa hampir 13.000 orang mengungsi di Burundi. Sementara itu, jumlah pengungsi di kawasan tersebut meningkat dari 5,9 juta menjadi 6 juta orang, didorong oleh bertambahnya jumlah pengungsi di Sudan Selatan, Uganda, dan Kenya.

Badan PBB tersebut mengatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat di Afrika Timur masih sangat serius, dengan jumlah kasus kolera pada Q2 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 12.400 kasus, sementara 457 kasus mpox dilaporkan di wilayah yang terdampak pengungsian dan rawan banjir.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait