
Korban meninggal dunia jadi 71 jiwa akibat gempa M7,7 NTT

Konferensi pers update penanganan pascagempa bumi M7,7 Nusa Tenggara Timur di Media Center Pos Pendamping Nasional, pada Rabu (19/8). (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Muhammad Arfari Dwiatmodjo)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan akan terus diberikan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di wilayah terdampak gempa M7,7 NTT.
Jakarta (Indonesia Window) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan darurat gempa M7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), per Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB.
Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi sebanyak 71 jiwa. Penambahan satu korban meninggal berada di wilayah Kabupaten Nagekeo, Berton SP Panjaitan, Ph.D., Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melaporkan.
Terkait penyaluran logistik, sampai dengan 18 Agustus pukul 18.00 WIB distribusi bantuan terus dilakukan melalui jalur udara dan laut, dentan total bantuan yang telah terkirim pada periode 15-18 Agustus sebanyak 398 Ton.
Jalur darat masih menjadi opsi utama penyaluran bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi geografis dan akses jalan menuju titik pengungsian.
Sementara itu, pemerintah juga mengoptimalkan transportasi laut untuk menjangkau wilayah lebih luas. Pada Selasa (18/8), KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai, dengan membawa paket bantuan BNPB berupa sembako, tenda keluarga dan tenda pengungsi, serta bantuan dari berbagai unsur masyarakat.
Penanganan pengungsi masih menjadi fokus utama karena sebagian masyarakat memilih untuk tidak kembali ke rumah akibat kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Berdasarkan pemutakhiran data per Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, total pengungsi sebanyak 59.647 dengan jumlah pengungsi terbanyak di Kabupaten Manggarai sebanyak 20.333 jiwa.
Pemerintah daerah bersama BNPB terus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, meliputi makanan dan air bersih, tenda, matras dan selimut, layanan kesehatan, sanitasi dan kebersihan, serta pemenuhan kebutuhan kelompok rentan termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas.
Penanganan pengungsi tidak hanya dilakukan di satu lokasi terpusat. Mengingat masyarakat tersebar di sejumlah titik, maka pendataan dan distribusi bantuan dilakukan secara bertahap hingga menjangkau lokasi pengungsian mandiri.
Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat posko dan satuan tugas sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat tercatat dan ditangani secara tepat sasaran.
Untuk mempercepat penanganan darurat, pemerintah mengerahkan sumber daya nasional termasuk TNI/Polri dan seluruh unsur pentaheliks.
Pengerahan tersebut ditujukan untuk mendukung mobilisasi personel, logistik, pelayanan kesehatan, serta menjangkau wilayah yang memiliki kendala akses.
Pesawat dan kapal militer digunakan sebagai bagian dari dukungan transportasi udara dan laut.
BNPB menegaskan bahwa seluruh pengerahan sumber daya tersebut diarahkan untuk satu tujuan, yaitu mempercepat pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Segala upaya yang dilakukan oleh seluruh pihak itu menjadi momentum bahwa pemerintah hadir dan terus bekerja untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
BNPB memastikan dukungan akan terus diberikan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan, selain itu pemerintah akan terus mendampingi proses penanganan hingga tahap pemulihan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah RI selamatkan WNI dari hukuman mati di Arab Saudi
Indonesia
•
14 Jul 2022

Indonesia-UEA sepakati kerja sama teknologi pemurnian aluminium
Indonesia
•
22 Dec 2020

UIA beri beasiswa bagi tiga anggota PJMI
Indonesia
•
22 Jun 2023

Iran nantikan Indonesia mediasi konflik pascaserangan mematikan AS, Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026


Berita Terbaru

Karhutla Sumatra dan Kalimantan memburuk, Singapura waspadai ancaman kabut asap
Indonesia
•
18 Aug 2026

Fokus Berita – Wakaf saham Masjid Istiqlal bukan IPO, tetapi ubah saham menjadi aset wakaf produktif
Indonesia
•
19 Aug 2026

Kemenag siapkan akademisi untuk perkenalkan Islam Indonesia ke dunia
Indonesia
•
19 Aug 2026

Kemnaker perkuat kemandirian ekonomi masyarakat pascabencana lewat pelatihan vokasi
Indonesia
•
19 Aug 2026
