
Iran nantikan Indonesia mediasi konflik pascaserangan mematikan AS, Israel

Orang-orang memegang berbagai plakat dalam aksi protes menentang serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Parliament Square di pusat kota London, Inggris, pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Li Ying)
Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik dengan AS dan Israel.
Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Iran menyatakan harapan agar Indonesia dapat memainkan peran aktif dalam mendorong penyelesaian damai menyusul serangan mematikan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayah Iran.
Dalam siaran pers tertulis Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik tersebut.
“Amerika Serikat dan rezim zionis Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, dalam satu lagi tindakan agresi, melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil, termasuk sekolah-sekolah serta menargetkan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan, sekaligus melanggar integritas territorial dan kedaulatan Republik Islam Iran,” sebut pernyataan itu.
Dalam serangan brutal tersebut sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan meninggal.
Pemerintah Iran juga menegaskan “pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim zionis Israel.”
Serangan gabungan tersebut yang disebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan signifikan. Teheran menilai tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Selanjutnya dikatakan bahwa permusahan AS terhadap Iran bukanlah hal baru, bahkan telah berakar sejak tujuh dekade lalu. Intervensi, agresi, dan permusuhan AS terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953 yang menggulingkan pemerintahan Dr. Mohammad Mossadegh, perdana menteri saat itu.
Selanjutnya, AS melakukan sejumlah tindakan ofensif terhadap Iran, di antaranya memberlakukan sanksi politik dan ekonomi pada hari-hari awal Revolusi Islam Iran pada 1979, pembunuhan salah satu komandan militer senior Iran atas perintah langsung Presiden Donald Trump pada Januari 2020 di Baghdad (Irak), dan dukungan serangan oleh Israel terhadap Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus, Suriah, pada April 2024.
Tindakan AS lainnya yang dilakukan terhadap Iran adalah membajak protes damai rakyat Iran pada Januari 2026 menjadi kerusuhan yang penuh kekerasan, hingga menyebabkan kematian 3.117 jiwa.
Serangan Sabtu itu telah menewaskan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jokowi, Ketua Majelis Nasional Korsel bahas peningkatan kerja sama
Indonesia
•
19 Jan 2023

Tim SAR temukan balita korban helikopter jatuh di Timika
Indonesia
•
09 Jun 2022

Presiden tandatangani perpres Flight Information Region Indonesia-Singapura
Indonesia
•
08 Sep 2022

Gunung Merapi muntahkan awan panas, potensi bahaya 7 kilometer
Indonesia
•
11 Mar 2023


Berita Terbaru

Dari Rafale hingga Palestina, Prabowo, Macron perkuat sinergi strategis
Indonesia
•
30 May 2026

Hikmah Idul Adha, Ulama: Ketaatan pada Allah ﷻ sering kali dilakukan memilih-milih
Indonesia
•
29 May 2026

China-Indonesia sepakat intensifkan pertukaran tingkat tinggi dan perkuat kerja sama multilateral
Indonesia
•
27 May 2026

Lembaga sertifikasi halal China perkuat ekosistem halal Indonesia dari hulu hingga hilir
Indonesia
•
26 May 2026
