Israel hentikan serangan ke Iran untuk saat ini, tapi peringatkan kemungkinan serangan baru

Warga setempat dan petugas paramedis memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Borj El Chmali, Lebanon selatan, pada 27 Mei 2026. (Xinhua/Ali Hashisho)

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (8/6) mengatakan bahwa serangan terhadap Iran saat ini "ditangguhkan," namun dia memperingatkan bahwa Israel akan merespons dengan tegas jika Iran kembali melancarkan serangannya.

"Saat ini, serangan ditangguhkan karena setelah ... Iran menghentikan serangannya terhadap kami," kata Netanyahu dalam pernyataan pertamanya yang disiarkan di televisi lebih dari 20 jam setelah Iran pertama kali meluncurkan rudal ke Israel pada Ahad (7/6) malam waktu setempat.

Jika Iran "melakukan kesalahan dengan menyerang kami lagi, kami akan merespons dengan kuat," tambahnya.

Netanyahu mengatakan telah memerintahkan militer untuk menyerang target-target militer dan ekonomi di seluruh Iran pada Senin.

Iran mengatakan serangannya merupakan balasan atas serangan udara Israel sebelumnya di Beirut, ibu kota Lebanon.

Israel dilaporkan membatalkan rencana serangan tambahan ke Iran usai percakapan telepon antara Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Percakapan tersebut menjadi percakapan kedua mereka yang diketahui dalam dua hari.

Menyusul pernyataan Netanyahu, Komando Front Dalam Negeri Israel mengatakan akan mencabut sebagian besar pembatasan pertahanan sipil di seluruh Israel pada Selasa (9/6) pagi waktu setempat.

Pembatasan yang ada saat ini akan tetap berlaku hingga Selasa pukul 06.00 waktu setempat, demikian pernyataan Komando Front Dalam Negeri Israel. Mulai Selasa pagi tersebut, sebagian besar wilayah Israel akan kembali beraktivitas normal, sementara pembatasan akan tetap diberlakukan di beberapa wilayah bagian utara di dekat perbatasan Lebanon.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait