
Tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintah Jepang capai rekor tertinggi

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara dalam konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, pada 4 Oktober 2021. (Xinhua/Pool/Toru Hanai)
Di saat tingkat ketidakpuasan melonjak menjadi 39 persen dari 25 persen dalam survei sebelumnya pada Juli, tingkat kepuasan terhadap kabinet Kishida juga turun secara signifikan menjadi 47 persen dari 57 persen
Jakarta (Indonesia Window) – Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintah Jepang yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida melonjak menjadi 39 persen, rekor tertinggi sejak Kishida mulai menjabat pada Oktober 2021, demikian dilaporkan oleh surat kabar Jepang Asahi Shimbun pada Senin (29/8).Survei telepon yang dilakukan oleh Asahi Shimbun pada 27-28 Agustus menerima 998 respons yang valid dari seluruh penjuru negeri. Di saat tingkat ketidakpuasan melonjak menjadi 39 persen dari 25 persen dalam survei sebelumnya pada Juli, tingkat kepuasan terhadap kabinet Kishida juga turun secara signifikan menjadi 47 persen dari 57 persen, menurut surat kabar tersebut.Ketika ditanya tentang cara Kishida menangani isu terkait hubungan para politisi Jepang dengan Gereja Unifikasi, 65 persen responden mengatakan bahwa mereka "tidak setuju," sementara hanya 21 persen responden mengatakan bahwa mereka setuju.Berkenaan dengan upacara pemakaman kenegaraan untuk mantan perdana menteri Shinzo Abe, 50 persen responden menentang upacara tersebut dan 45 persen responden mendukungnya. Survei tersebut menunjukkan bahwa generasi muda dan tua Jepang memiliki sikap yang sangat berbeda terkait upacara pemakaman kenegaraan Abe, dengan 64 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun menyuarakan dukungannya, dan 60 persen responden berusia 60 tahun ke atas menjawab sebaliknya.Menurut survei tersebut, 58 persen responden keberatan dengan rencana Kishida untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) generasi berikutnya di negara tersebut, sementara hanya 34 persen responden mendukung gagasan tersebut.Mengenai respons pemerintah terhadap gelombang ketujuh penularan virus corona baru-baru ini, 49 persen responden menganggap langkah-langkah yang diambil tidak efektif, sementara 45 persen memberikan nilai tinggi, yang merupakan kali pertama lebih banyak responden menyampaikan kritik terhadap respons pemerintah terhadap pandemik sejak Kishida membentuk kabinet pertamanya pada Oktober lalu.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan AS, Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Arab Saudi komitmen pada negara Palestina dengan perbatasan 1967
Indonesia
•
10 Sep 2020

COVID-19 – Pfizer ajukan permohonan penggunaan vaksin di Brasil untuk anak-anak 5-11 tahun
Indonesia
•
10 Nov 2021

Jubir Kemenlu China: Ekspansi BRICS cerminkan prospeknya yang cemerlang
Indonesia
•
03 Jan 2024


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
