
Indonesia jalin kerja sama pendidikan vokasi dengan Provinsi Guangdong, China

Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dan Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan di Jakarta pada 21 Januari 2026. (Sumber: Kemdiktisaintek)
Indonesia dan China kembali memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dan Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE).
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia dan China kembali memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dan Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE) di Jakarta pada Rabu (21/1).
"Nota kesepahaman ini merupakan peluang yang strategis bagi pendidikan tinggi vokasi. Kita berharap nota kesepahaman ini dapat dilaksanakan secara konkret, sehingga betul-betul berdampak bagi masyarakat," kata direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, Beny Bandanadjaja, dalam keterangannya.
Kerja sama ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Guangdong yang diberi nama ‘Lingnan Artisan Polytechnic’ dengan tujuan utama mendorong pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan pembinaan talenta.
Kerja sama ini akan mencakup pelaksanaan program kerja sama ‘1+10+100+1.000=10.000’. Skema ini meliputi pembentukan satu pusat kerja sama dan mekanisme aliansi yang fokus pada 10 sektor utama industri, dengan penyelenggaraan lebih dari 100 kegiatan pertukaran dan pembelajaran, untuk meningkatkan mobilitas dua arah sebanyak 1.000 mahasiswa antara Indonesia dan China, serta pelatihan 10.000 talenta lokal Indonesia.
Ketua FPTVI, Muhammad Restu, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi politeknik di Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar tenaga kerja global.
"Lulusan politeknik yang berkesempatan mendapatkan pelatihan atau magang di Guangdong akan menemukan anak tangga berikutnya untuk memasuki pasar global," kata Restu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Jurnalis senior Indonesia serukan pentingnya perdamaian di kawasan Asia-Pasifik
Indonesia
•
26 Aug 2024

Telaah - Sekolah: Di mana seharusnya anak tumbuh dan berkembang (1 dari 2 tulisan)
Indonesia
•
27 Jun 2019

Picu masalah etika, China rilis pedoman penelitian data genetik manusia
Indonesia
•
26 May 2026

Singapura berencana lestarikan kediaman Lee Kuan Yew sebagai monumen nasional
Indonesia
•
04 Nov 2025


Berita Terbaru

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026

Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional
Indonesia
•
29 Jul 2026

Kali pertama dalam 42 tahun, populasi warga negara Jepang turun di bawah 120 juta
Indonesia
•
29 Jul 2026

Feature – Dari Sungai Cisadane, tradisi perahu naga terus mengayuh lintas generasi
Indonesia
•
27 Jul 2026
