
Indonesia dan China jalin kerja sama pendidikan vokasi di bidang teknologi NEV

Sejumlah pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 antusias menyambut model mobil listrik baru rilisan BYD, yakni M6, dalam penyelenggaraan ajang yang berakhir pada 28 Juli 2024 tersebut. (Xinhua/PT BYD Motor Indonesia)
Kerja sama pendidikan vokasi berkualitas tinggi dan kolaborasi yang erat antara Indonesia dan China dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mempererat hubungan bilateral.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia dan China kembali menjalin kerja sama di bidang pendidikan vokasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Forum Direktur Politeknik Negeri Se-Indonesia dan Liuzhou Polytechnic University (LZPU) Guangxi di Jakarta pada Kamis (28/11). Bentuk kerja sama tersebut akan beragam, salah satunya membuka program baru di bidang teknologi kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno serta Kepala Pemerintah Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi Lan Tianli.Pratikno mengatakan kerja sama ini sangat relevan dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia yang berbasis pada teknologi dan tenaga kerja berkualitas."Kita sangat membutuhkan percepatan dalam pengembangan SDM unggul, khususnya untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi baru. Pendidikan vokasi memainkan peranan penting, tidak hanya dalam menghasilkan teknisi, tetapi juga memperkuat sektor industri kita," ujar Pratikno dalam keterangan resminya.Kerja sama ini akan mencakup pembukaan jurusan baru teknologi NEV, kompetisi keterampilan profesional, pelatihan guru, serta beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Pratikno optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak besar bagi perekonomian kedua negara.Sementara itu, Lan menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mendukung berbagai proyek yang sedang berlangsung di Indonesia."China dan Indonesia sama-sama berada dalam periode penting untuk meningkatkan kualitas ekonomi, melalui pendidikan vokasi berkualitas tinggi dan kolaborasi yang erat, kita dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mempererat hubungan bilateral," ujarnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Prabowo, Putin saksikan pertukaran MoU strategis, tegaskan arah baru kemitraan Indonesia–Rusia
Indonesia
•
20 Jun 2025

Fokus Berita - Birokrat, tokoh agama, akademisi lintas negara bahas aksi iklim hingga perdamaian di Jakarta
Indonesia
•
04 Feb 2025

Legislator tekankan pendidikan imtak, akhlak mulia, kecerdasan untuk wujudkan Pancasila
Indonesia
•
21 Jul 2025

Menlu RI: Multilateralisme memberi manfaat bagi semua negara di dunia
Indonesia
•
29 Oct 2020


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
