
Australia Selatan akan kaji larangan media sosial untuk anak-anak

Seorang pengunjung memberi makan kawanan burung camar di tepi Sungai Swan di Perth, Australia, pada 29 April 2024. (Xinhua/Ma Ping)
Remaja Australia menghabiskan rata-rata 14,4 jam per pekan untuk berselancar di dunia maya dan menggunakan rata-rata empat layanan media sosial yang berbeda.
Adelaide, Australia (Xinhua) – Anak-anak di bawah usia 14 tahun di Australia Selatan akan dilarang menggunakan media sosial di bawah proposal yang diajukan oleh kepala pemerintahan negara bagian itu, Peter Malinauskas.Malinauskas pada Ahad (12/5) mengumumkan bahwa pemerintah negara bagiannya telah menunjuk Robert French, mantan ketua Pengadilan Tinggi Australia, untuk memeriksa fisibilitas hukum dari penerapan larangan penggunaan media sosial yang pertama di Australia.Berdasarkan usulan pemerintah negara bagian itu, setiap warga Australia Selatan yang berusia di bawah 14 tahun akan dilarang menggunakan media sosial apa pun dan mereka yang berusia 14 dan 15 tahun akan memerlukan izin orang tua untuk mengakses sebuah akun.Malinauskas pada Ahad mengatakan bahwa ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa media sosial merugikan kesehatan mental dan perkembangan anak-anak."Sudah ada banyak kajian dan bukti signifikan yang menunjukkan bahwa algoritma adiktif digunakan untuk menarik anak muda, dengan cara yang tidak mampu ditangani oleh pikiran mereka yang sedang berkembang," ujarnya kepada wartawan."Anak-anak kita sedang dirugikan saat ini, dan tidak ada waktu yang boleh disia-siakan. Saya tidak mau berdiam diri dan menunggu orang lain bertindak. Marilah kita yang memimpin."Dia mengatakan bahwa peraturan dan regulasi tersebut dapat mencontoh peraturan dan regulasi yang mencegah warga Australia yang berusia di bawah 18 tahun untuk mengakses perjudian daring.Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh eSafety Commissioner dari pemerintah federal pada 2021, remaja Australia menghabiskan rata-rata 14,4 jam per pekan untuk berselancar di dunia maya dan menggunakan rata-rata empat layanan media sosial yang berbeda.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China ajukan tiga usulan untuk hak-hak penyandang disabilitas di PBB
Indonesia
•
15 Mar 2024

Dubes Lu Kang: China-Indonesia cita-citakan komunitas bersama
Indonesia
•
14 Nov 2022

Budaya membaca pudar di Afghanistan di tengah kesulitan ekonomi
Indonesia
•
24 Apr 2025

COVID-19 - Venezuela siap uji vaksin Rusia
Indonesia
•
13 Aug 2020


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
