
Ramadan 1447H - Ketua DPRD Kota Bogor sebut santri generasi unggulan Indonesia karena kaji Al-Qur'an

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil (kiri), menyampaikan sambutan dan motivasi kepada lebih dari 100 peserta kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah di Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
Santri merupakan generasi unggulan, khususnya dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia pada 2045, karena senantias belajar Al-Qur’an dan ilmu agama.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyebut para santri merupakan generasi unggulan, khususnya dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia pada 2045.
“Keunggulan para santri ini adalah memiliki pemahaman Al-Qur’an yang lebih, karena mereka belajar Al-Qur’an dan ilmu agama. Ini akan menjadi fondasi perubahan di masa yang akan datang,” ujarnya dalam wawancara dengan Indonesia Window, usai menyampaikan sambutan dan motivasi kepada lebih dari 100 peserta kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah di Bogor, Rabu.
Kegiatan tahunan yang telah digelar selama 15 tahun tersebut, diselenggarakan oleh Komunitas Wartawan Jabodetabek, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Ar Ruhama Bogor, dengan tema 'Menyongsong Generasi Muda Indonesia 2045: Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berjiwa Qurani'.
Ketua DPRD Kota Bogor melanjutkan, semangat dan energi yang dimiliki generasi muda, khususnya para santri, harus diarahkan dengan baik agar dapat membawa perubahan positif bagi bangsa.
Jika diarahkan secara tepat, menurutnya, potensi tersebut akan mendorong tercapainya Generasi Emas pada 2045. Tahun 2045 dipandang sebagai momentum penting bagi Indonesia karena bertepatan dengan satu abad kemerdekaan. Pada masa itu, generasi muda saat ini diperkirakan berada pada usia produktif dan matang dalam berbagai bidang.
“Di tangan para pemuda perubahan akan terjadi, baik atau buruknya masa depan bangsa tergantung pada mereka. Pada tahun 2045 nanti mereka berada di usia yang matang, sehingga peran mereka sangat menentukan,” katanya.
Dr. Adityawarman, yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memberikan beberapa tips bagi para santri agar dapat mengoptimalkan peran mereka sebagai generasi ungggulan Indonesia.

Langkah pertama yang harus dilakukan generasi muda adalah menumbuhkan semangat menimba ilmu dan terus memperluas wawasan. Semangat belajar tersebut tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup kemampuan memperbaiki komunikasi serta memperluas jaringan pergaulan yang positif.
“Yang pertama tentu harus memiliki semangat belajar yang tinggi, semangat menimba ilmu, menambah wawasan, memperbaiki komunikasi, dan memperluas jaringan,” ujarnya.
Selanjutnya, dia menegaskan pentingnya memilih lingkungan yang tepat. Lingkungan pergaulan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap proses pembentukan karakter dan perkembangan seseorang.
“Yang kedua adalah memilih lingkungan yang baik dan tepat, karena lingkungan menjadi salah satu modal untuk tumbuh dan berkembang dengan baik,” katanya.
Dr. Adityawarman menjelaskan, dengan berinteraksi bersama orang-orang yang baik dan memiliki nilai-nilai positif, generasi muda akan lebih mudah membangun akhlak yang mulia. Nilai moral dan karakter tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
“Jika mereka berinteraksi dengan orang-orang baik dan sholih, insya Allah akhlaknya akan terbentuk dengan baik. Ketika sudah memiliki akhlak yang baik, maka akan muncul keinginan untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui semangat belajar yang tinggi serta lingkungan yang positif, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berilmu, dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Dia berharap kegiatan-kegiatan pembinaan, pendidikan, dan penguatan karakter seperti Pesantren Kilat Ramadan tersebut dapat menjadi bekal penting agar generasi muda tidak salah memilih jalan dalam menjalani masa depan.
Kegiatan Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah/2026 tersebut difasilitasi DPRD Kota Bogor, dengan sejumlah mitra kerja sama, yakni Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Tatajabar, Cibinong Center Industrial Estate (CCIE), Perum LKBN ANTARA, Dr Chiken, Indocement, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILian, Pupuk Indonesia Niaga, Alfamart, The Jungle, AQUA, PT Saraswanti Indo Genetech (SIG), Lezza, Aviary Park Indonesia, dan Yayasan Baitulmal Ummat Islam Bank Negara Indonesia (BAMUIS BNI).
Hadir pula Sekretaris Perusahaan Perum LKBN ANTARA, Bayu Prasetyo mewakili Dirut LKBN ANTARA, Dr (Cand) Benny Siga Butarbutar.
Para peserta Sanlat Ramadan merupakan santri Ponpes Ar Ruhama Bogor setingkat sekolah menengah atas, serta sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB peringatkan memburuknya kelaparan di tengah kesenjangan pendanaan di Sudan dan sekitarnya
Indonesia
•
21 Feb 2024

CNN: Makin banyak warga Asia-Amerika beli senjata, respons ketegangan rasial
Indonesia
•
22 Feb 2023

Kemampuan siswa AS dalam matematika dan membaca turun selama pandemik
Indonesia
•
09 Sep 2022

Mulai 30 Desember tiga profesi ini hanya diisi warga Saudi
Indonesia
•
28 Dec 2021


Berita Terbaru

Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 resmi dibuka di Verona, Italia
Indonesia
•
08 Mar 2026

Rata-rata angka harapan hidup warga China capai 79,25 tahun pada 2025
Indonesia
•
08 Mar 2026

Ramadan 1447H– Kemenag sasar Gen Z lewat ‘ngabuburead’ di Masjid IKN
Indonesia
•
08 Mar 2026

Dorong angka kelahiran, China kucurkan 100 miliar yuan untuk anak balita
Indonesia
•
08 Mar 2026
