IMO keluarkan peringatan keras: Serangan di Laut Merah ancam pelaut dan perdagangan dunia

Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez berbicara dalam sebuah konferensi pers yang digelar di markas besar IMO di London, Inggris, pada 23 Januari 2026. (Xinhua/IMO)

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Serangan yang kembali terjadi terhadap pelayaran internasional di kawasan Laut Merah "tidak dapat dibenarkan" dan mengancam keselamatan pelaut, keamanan perdagangan maritim, serta rantai pasokan global, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez pada Kamis (23/7).

"Saya dengan tegas mengecam serangan-serangan terbaru yang dilaporkan dilancarkan terhadap pelayaran internasional di kawasan Laut Merah. Serangan-serangan tersebut tidak dapat dibenarkan," kata Dominguez dalam sebuah pernyataan.

Dia menekankan bahwa para pelaut merupakan warga sipil yang menjalankan pekerjaan esensial yang menopang perekonomian dan masyarakat di seluruh dunia. Dia juga mendesak operator kapal agar "melakukan evaluasi risiko secara menyeluruh" sebelum melintasi kawasan tersebut.

"Para pelaut tidak boleh ditempatkan dalam situasi yang membahayakan atau menjadi sasaran dalam situasi konflik atau ketidakstabilan," ujar sang sekjen.

Dominguez juga kembali menyerukan pembebasan seluruh pelaut yang masih disandera dengan segera dan tanpa syarat menyusul serangan perompakan di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden.

Dia menyebut keselamatan mereka merupakan "kewajiban mendasar berdasarkan hukum internasional dan tanggung jawab bersama masyarakat global."

"Laut Merah merupakan jalur maritim yang sangat penting bagi perdagangan internasional," ujarnya, seraya memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut terhadap pelayaran berisiko memperuncing ketegangan, makin mengganggu rute komersial, serta merusak kebebasan navigasi. "Deeskalasi merupakan satu-satunya solusi," kata Dominguez.

Dia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi pencemaran yang ditimbulkan oleh berbagai insiden baru-baru ini di Laut Merah maupun insiden sebelumnya di Selat Hormuz. "IMO akan terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan saat diperlukan," ujarnya.

Pernyataan Dominguez tersebut disampaikan menyusul serangkaian serangan dan insiden keamanan yang melibatkan kapal-kapal niaga di kawasan Laut Merah dan sekitarnya, sehingga kembali memicu kekhawatiran soal keamanan di salah satu jalur perdagangan maritim paling vital di dunia itu.

Sebuah kapal tanker terbakar di lepas pantai Arab Saudi pada Rabu (22/7) setelah dihantam proyektil tak dikenal, sebut Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO).

Pada waktu yang hampir bersamaan, kelompok Houthi di Yaman menyatakan telah melancarkan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Menurut IMO, dalam kurun waktu tiga bulan hingga 6 Juli, tercatat lebih dari 20 insiden percobaan maupun aksi perompakan dan perampokan bersenjata terhadap kapal di Laut Merah dan Teluk Aden. Jenis senjata yang digunakan pun makin berbahaya, dan kekerasan terhadap pelaut makin meningkat.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait