
Tolak klaim PM Jepang, Korsel tegaskan kembali kedaulatan atas Dokdo

Foto yang diabadikan pada 19 Agustus 2012 ini menunjukkan gugusan pulau kecil yang dipersengketakan, disebut Dokdo oleh Korea Selatan dan Takeshima oleh Jepang, yang terletak di sebelah timur Seoul. (Xinhua/Yao Qilin)
Korsel memulihkan kedaulatannya atas Dokdo setelah pembebasan Semenanjung Korea dari penjajahan Jepang pada periode 1910-1945. Sejak itu, Seoul secara efektif mengendalikan pulau-pulau tersebut, dengan menempatkan satuan polisi kecil di lokasi.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Kantor Kepresidenan Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (9/12) kembali menegaskan bahwa pulau-pulau terluar di sebelah timur negara tersebut, Dokdo, secara tegas merupakan wilayah Korsel, dan menolak klaim baru Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi atas pulau-pulau di Laut Timur tersebut, seperti dilaporkan oleh Yonhap News pada Selasa.Seorang pejabat tinggi kepresidenan menanggapi dengan tegas pernyataan Takaichi yang disampaikan dalam sebuah sesi parlemen pada hari yang sama, menekankan bahwa tidak ada sengketa teritorial atas Dokdo. "Dokdo merupakan bagian integral dari wilayah Korea Selatan secara historis, geografis, dan berdasarkan hukum internasional," kata pejabat itu. "Kami akan merespons dengan jelas dan tegas terhadap klaim tidak sah Jepang atas Dokdo."Dalam pertemuan Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Jepang yang digelar pada Selasa, Takaichi menegaskan kembali klaim yang diajukan oleh seorang anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party) yang berkuasa bahwa pulau-pulau tersebut, yang disebut Takeshima oleh Jepang, berada di bawah "pendudukan ilegal" oleh Korsel. Takaichi berargumen bahwa pulau-pulau itu merupakan "wilayah inheren" Jepang dan mengatakan pemerintahannya akan berupaya memperkuat posisinya, baik di dalam maupun luar negeri, seperti dilaporkan The Chosun Daily pada Selasa.Menurut Yonhap, hal ini menandai respons kuat pertama Seoul terhadap Tokyo sejak Presiden Lee Jae-myung menjabat pada Juni.Korsel telah lama menentang klaim teritorial Jepang yang diperbarui terhadap pulau-pulau sengketa yang terletak di antara kedua negara, yang disebut Dokdo oleh Korsel dan Takeshima oleh Jepang.Korsel memulihkan kedaulatannya atas Dokdo setelah pembebasan Semenanjung Korea dari penjajahan Jepang pada periode 1910-1945. Sejak itu, Seoul secara efektif mengendalikan pulau-pulau tersebut, dengan menempatkan satuan polisi kecil di lokasi.Masyarakat Korsel memandang klaim teritorial Jepang atas pulau-pulau tersebut sebagai bentuk penyangkalan terhadap sejarah kolonial, karena Dokdo merupakan wilayah pertama yang diduduki secara paksa oleh Jepang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS mulai lancarkan serangan udara balasan di Irak dan Suriah
Indonesia
•
04 Feb 2024

Kementerian Pertahanan Rusia sebut pasukannya rebut kembali 3 permukiman di wilayah Kursk
Indonesia
•
11 Mar 2025

AU Taiwan harus bayar 2,4 miliar rupiah kepada keluarga pilot yang tewas
Indonesia
•
17 Dec 2021

Makau larang impor mangga Taiwan karena temukan COVID-19 dalam pengiriman
Indonesia
•
03 Jul 2022


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
