
Hukum makin diinjak oleh ‘superpower’, PBB serukan rombak sistem global

Foto yang diabadikan pada 31 Desember 2025 ini memperlihatkan matahari terbenam di atas tempat penampungan sementara bagi para pengungsi di Kota Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Antonio Guterres peringatkan hukum kalah dari kekuasaan, serukan perombakan sistem yang ada untuk mengatasi tantangan global, khususnya melalui penguatan institusi-institusi multilateral.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (29/1) memperingatkan bahwa saat ini fenomena kekuasaan yang mengalahkan hukum sedang merajalela secara global. Sekjen PBB itu pun menyerukan akselerasi multipolaritas.
"Kekuatan kekuasaan sedang merajalela, mengalahkan supremasi hukum. Hukum internasional diinjak-injak. Kerja sama terkikis. Dan institusi-institusi multilateral diserang dari berbagai sisi," tutur pimpinan PBB tersebut dalam sebuah konferensi pers awal tahun.
"Kita sedang hidup di dunia di mana tindakan – terutama tindakan yang gegabah – memicu reaksi berbahaya," kata Guterres. "Tindakan-tindakan tersebut diperparah oleh perpecahan geopolitik dan diperkuat oleh meluasnya impunitas."
"Ketika tindakan berbahaya tidak mendapat reaksi yang sepadan, sistem akan menjadi tidak stabil. Impunitas mendorong konflik saat ini – memicu eskalasi, memperluas ketidakpercayaan, dan membuka pintu bagi pihak-pihak penyalah guna kuasa untuk masuk dari segala arah," paparnya.
Guterres menyerukan perombakan sistem yang ada untuk mengatasi tantangan global, khususnya melalui penguatan institusi-institusi multilateral.
"Saat saya melihat spektrum tantangan global, satu kebenaran menjadi tampak sangat jelas: sistem pemecahan masalah global kita menghadapi pertanggungjawaban. Sistem-sistem itu sudah ketinggalan zaman. Sistem-sistem itu masih mencerminkan struktur ekonomi dan kekuasaan 80 tahun yang lalu. Padahal, roda dunia terus berputar," ujar Guterres.
"Namun, struktur kita, institusi kita, asumsi kita, kebiasaan kerja sama kita, masih bertambat pada masa lalu. Ini harus diubah," ucapnya.
Guterres mengatakan bahwa masalah global tidak akan diselesaikan oleh satu kekuatan yang mendikte segalanya atau oleh dua kekuatan yang membagi dunia menjadi kutub-kutub pengaruh yang saling berseberangan.
"Penting untuk mengakselerasi, secara sengaja dan penuh tekad, multipolaritas – multipolaritas yang terhubung, inklusif sejak awal, dan mampu menciptakan keseimbangan melalui kemitraan," urainya.
"Namun, multipolaritas, dengan sendirinya, tidak menjamin stabilitas atau perdamaian," tutur kepala PBB tersebut, seraya menambahkan bahwa diperlukan institusi-institusi multilateral yang kuat di mana legitimasi berakar pada tanggung jawab dan nilai-nilai bersama.
"Struktur mungkin sudah ketinggalan zaman, tetapi nilainya tidak," kata Guterres.
Nilai-nilai yang tercantum dalam Piagam PBB merupakan syarat mutlak bagi perdamaian abadi dan keadilan yang berkelanjutan, ujar Guterres. "Terlepas dari semua rintangan, PBB bertindak untuk menghidupkan nilai-nilai bersama kita. Dan kita tidak akan menyerah."
PBB bertekad memilih tindakan yang menghasilkan reaksi konkret dan positif – reaksi perdamaian, keadilan, tanggung jawab, serta kemajuan di masa-masa sulit, kata Guterres.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenhan China tentang keras penjualan senjata AS ke Taiwan
Indonesia
•
04 Mar 2023

Perundingan Rusia-Ukraina di UEA hasilkan kesepakatan tukar tawanan, isu utama belum tuntas
Indonesia
•
06 Feb 2026

Bahrain jadi negara Arab ke-4 yang menormalisasi hubungan dengan Israel
Indonesia
•
12 Sep 2020

Departemen Kehakiman AS luncurkan penyelidikan dewan juri agung atas klaim intelijen Rusia era Obama
Indonesia
•
06 Aug 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
