
Trump ketar-ketir, minta 7 negara untuk kawal kapal lintasi Selat Hormuz

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, pada 30 April 2019. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
Trump minta tujuh negara yang sangat bergantung pada minyak Timur Tengah untuk bergabung dalam koalisi yang akan mengawal kapal-kapal melintasi Selat Hormuz, jalur perairan penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Ahad (15/3) mengatakan dirinya telah "meminta" sekitar tujuh negara yang sangat bergantung pada minyak Timur Tengah untuk bergabung dalam koalisi yang akan mengawal kapal-kapal melintasi Selat Hormuz, jalur perairan penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
"Saya meminta negara-negara tersebut untuk bergabung dan melindungi wilayah mereka sendiri, karena itu adalah wilayah mereka sendiri," ujar Trump kepada awak media di dalam pesawat Air Force One, merujuk pada selat tersebut.
Trump tidak menyebutkan nama negara-negara yang sedang bernegosiasi dengan Gedung Putih.
Dalam sebuah wawancara dengan The Financial Times pada Ahad, Trump mengatakan negara-negara anggota NATO harus mengirimkan kapal perang untuk membantu membuka Selat Hormuz atau menghadapi masa depan yang "sangat buruk".
"Jika tidak ada tanggapan atau jika tanggapannya negatif, saya kira itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO," tuturnya kepada surat kabar Inggris tersebut.
Sebuah laporan di The Wall Street Journal (WSJ) sebelumnya pada Ahad menyebutkan Gedung Putih berencana mengumumkan pembentukan koalisi multinasional paling cepat pekan ini, mengutip pernyataan sejumlah pejabat AS.
"Banyak negara, terutama yang terdampak upaya penutupan Selat Hormuz oleh Iran, akan mengirimkan kapal perang" guna mengamankan rute perdagangan minyak, demikian klaim Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Sabtu (14/3).
Secara terbuka, banyak pemerintah enggan berkomitmen pada misi semacam itu sebelum perang AS-Israel dengan Iran berakhir, mengingat berbagai risiko yang menyertainya, ungkap WSJ dalam laporannya.
Dalam pesan pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei pada Kamis (12/3) menyerukan agar penutupan Selat Hormuz dilanjutkan dan berjanji akan membuka front-front baru dalam konflik negaranya dengan AS dan Israel.
AS dan Israel melancarkan serangan masif terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang mengganggu pelayaran global, menyebabkan harga minyak melonjak dan mengguncang ekonomi global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China-Rusia kerahkan kapal penjelajah rudal, kapal selam, dan marinir dalam Joint Sea-2026
Indonesia
•
06 Jul 2026

Iran paksa pasukan AS mundur dari Selat Hormuz, buka jalur pelayaran baru
Indonesia
•
20 Apr 2026

Petani Prancis tetap gelar aksi unjuk rasa kendati sudah dijanjikan bantuan baru
Indonesia
•
01 Feb 2024

COVID-19 – Arab Saudi selesaikan vaksinasi lengkap sebelum akhir 2021
Indonesia
•
01 Apr 2021


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
