
Menlu Rusia sebut AS gagal menekan tatanan dunia multipolar

Bendera Amerika Serikat (AS) berkibar tertiup angin di Kedutaan Besar AS di Moskow, Rusia, pada 16 April 2021. (Xinhua/Evgeny Sinitsyn)
Pembentukan tatanan dunia multipolar gagal ditekan oleh Amerika Serikat karena dalam waktu dekat, Barat akan memiliki pengaruh dan peluang yang lebih kecil dalam hal "mengarahkan ekonomi global", serta akan dipaksa untuk bernegosiasi dengan negara lain.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada Senin (26/12) mengatakan bahwa upaya Washington untuk mempertahankan hegemoni ideologis menyeluruhnya, menghentikan jalannya sejarah, dan menekan pembentukan tatanan dunia multipolar akan gagal."Semua yang kita lihat saat ini di Eropa... semua yang kita lihat di benua lain, di mana para utusan Amerika Serikat (AS) menuntut setiap negara untuk mengadopsi posisi anti-Rusia, bergabung untuk menjatuhkan sanksi, dan menghentikan komunikasi dengan perwakilan Rusia, semua ini adalah cerminan dari upaya untuk menetapkan akhir sejarah," kata Lavrov seperti dikutip oleh kantor berita TASS.Namun, jalannya sejarah tidak dapat dihentikan, serta upaya Washington untuk menekan pembentukan dunia multipolar dan membangun dominasi yang tidak dapat diubah pasti akan gagal, katanya dalam sebuah wawancara dengan sejumlah pemimpin redaksi media Rusia.Lavrov menyatakan bahwa dalam waktu dekat, Barat akan memiliki pengaruh dan peluang yang lebih kecil dalam hal "mengarahkan ekonomi global", serta akan dipaksa untuk bernegosiasi dengan negara lain.Sang menlu mengatakan bahwa Moskow pasti tidak akan "mengejar Barat", tetapi fokus pada pengembangan kerja sama dengan negara-negara yang tetap dapat dipercaya alih-alih yang bersifat curang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenlu Rusia: Moskow tahu realitas yang sebenarnya tentang Trump
Indonesia
•
08 Nov 2024

COVID-19 – Taiwan persingkat interval suntikan ‘booster’ jadi 12 pekan
Indonesia
•
07 Jan 2022

Saudi bersihkan 1.257 ranjau Houthi di Yaman dalam satu pekan
Indonesia
•
28 Aug 2020

Harga bensin di Jerman capai rekor tertinggi baru
Indonesia
•
09 Mar 2022


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
