Jajak pendapat ungkap citra AS merosot di 15 negara

Seorang pengunjuk rasa ditangkap oleh petugas polisi di depan Los Angeles Federal Detention Center di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 8 Juni 2025. (Xinhua/Qiu Chen)
Penilaian terhadap Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan menurun di 15 negara sejak musim semi lalu, termasuk penurunan 20 poin persentase atau lebih di Meksiko, Swedia, Polandia, dan Kanada.
Houston, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Penilaian terhadap Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan menurun di 15 negara sejak musim semi lalu, termasuk penurunan 20 poin persentase atau lebih di Meksiko, Swedia, Polandia, dan Kanada, menurut sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis pada Kamis (12/6).Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih tampaknya menjadi salah satu faktor di balik penurunan itu, mengingat presiden AS tersebut menerima penilaian yang sebagian besar negatif dalam survei Pew Research Center di 24 negara.Secara keseluruhan, sebanyak 49 persen orang dewasa memiliki pandangan positif terhadap AS. Sementara itu, 49 persen lainnya menunjukkan pandangan negatif terhadap negara tersebut.AS mendapatkan penilaian paling buruk di Swedia, dengan 79 persen warganya memiliki opini yang negatif terhadap negara itu. Pandangan negatif terhadap AS juga ditemukan di negara tetangganya, Kanada dan Meksiko, dengan lebih dari enam dari 10 orang dewasa menilai negara itu secara negatif. Sentimen serupa juga muncul di berbagai negara lain, termasuk Australia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, dan Turkiye, tunjuk jajak pendapat itu.AS mendapatkan penilaian tertinggi dari Israel, dengan 83 persen warganya memandang negara itu secara positif. Mayoritas penduduk di Brasil, Hongaria, Jepang, Kenya, Nigeria, Polandia, dan Korea Selatan juga menilai AS secara positif.Berdasarkan hasil jajak pendapat itu, masyarakat di delapan negara cenderung menganggap AS sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Sedangkan di 12 negara lainnya, mayoritas menganggap China sebagai perekonomian teratas. Di empat negara, pandangan mengenai AS dan China hampir seimbang.Sebagian besar responden, dengan median 50 persen, menilai demokrasi di AS berjalan dengan baik, sementara 46 persennya berpendapat sebaliknya. Selain itu, mayoritas juga sepakat bahwa konflik partisan di negara itu cukup kuat.Sementara itu, lebih dari separuh warga dari 19 negara tersebut mengatakan bahwa mereka kurang memercayai kepemimpinan Trump dalam menangani urusan dunia, tunjuk jajak pendapat itu.Mayoritas warga di sebagian besar negara juga mengungkapkan kurang atau tidak memercayai kemampuan Trump dalam menangani isu-isu spesifik, termasuk imigrasi, konflik Rusia-Ukraina, hubungan AS-China, permasalahan ekonomi global, konflik antara Israel dan negara-negara tetangganya, serta perubahan iklim.Namun, di sebagian besar negara, pandangan tentang Trump sangat berbeda bergantung pada pandangan ideologi dan afiliasi partai. Menurut survei, warga yang menempatkan diri di kubu kanan dan mereka yang memiliki pandangan positif terhadap partai populis sayap kanan di Eropa cenderung memandang Trump dengan lebih positif, menurut jajak pendapat itu.Jajak pendapat itu didasarkan pada survei terhadap 28.333 orang di 24 negara, tidak termasuk AS, dari 8 Januari hingga 26 April.Pew Research Center telah mengukur sikap dunia internasional terhadap AS dan presidennya selama lebih dari dua dekade, menyoroti perubahan yang signifikan dalam hal opini publik.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

India tolak target emisi nol karbon bersih sebelum KTT iklim 2021
Indonesia
•
29 Oct 2021

Malaysia potong pajak ekspor minyak sawit saat krisis pasokan global
Indonesia
•
10 May 2022

Lebih dari 1.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel dalam 2 pekan terakhir
Indonesia
•
02 Apr 2025

China bangun fasilitas karantina komunitas di Hong Kong dalam sepekan
Indonesia
•
01 Mar 2022
Berita Terbaru

Pakistan lancarkan serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban di Afghanistan
Indonesia
•
01 Mar 2026

Hillary Clinton bersaksi dirinya "tidak tahu" soal kejahatan Epstein
Indonesia
•
01 Mar 2026

Pertemuan darurat OKI tolak perluasan permukiman Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Alasan risiko keamanan, AS izinkan staf nonesensial kedubes tinggalkan Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026
