
AS makin terjepit dalam perang dengan Iran, Trump ancam NATO jika tak bantu di Hormuz

Orang-orang bermalam di peron stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, Israel, pada 11 Maret 2026. Alarm peringatan diaktifkan di seluruh Israel pada Rabu (11/3) malam waktu setempat ketika pertahanan udara mendeteksi rudal dan roket yang diluncurkan dari Iran dan Lebanon. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
AS siap melancarkan serangan baru terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, dan dapat pula menargetkan infrastruktur minyak negara itu.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Ahad (15/3) mengancam bahwa NATO akan menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika para sekutunya gagal bertindak untuk membantu Washington menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, demikian dilansir Financial Times (FT).
Dalam wawancara via telepon dengan harian Inggris tersebut, Trump kembali menekan sekutu-sekutu Eropa dengan mendesak mereka bergabung dalam operasi AS terkait selat itu, yang merupakan rute pengiriman minyak global krusial.
Dia mengatakan bahwa Eropa merupakan penerima manfaat utama dari pelayaran melalui jalur tersebut dan seharusnya turut membantu memastikan "tidak ada hal buruk yang terjadi di sana". Dia juga memperingatkan bahwa masa depan NATO akan "sangat buruk" jika sekutu-sekutunya "tidak memberikan tanggapan" atau memberikan "tanggapan negatif" terhadap permintaan Washington.
Trump berpendapat bahwa AS sebelumnya telah membantu Eropa dalam isu Ukraina, dan inilah saatnya untuk "melihat apakah mereka membantu kami".
Dia juga mengatakan telah lama meyakini bahwa NATO merupakan "jalan satu arah", yang berarti AS akan selalu mendukung sekutunya, tetapi mereka belum tentu membantu Washington ketika dibutuhkan.
Mengenai Inggris, Trump mengatakan negara itu sering dianggap sebagai "sekutu nomor satu" dan sekutu "paling lama" Washington, tetapi Inggris "tidak mau datang" ketika AS meminta bantuan.
Dia menambahkan bahwa Inggris baru menawarkan untuk mengirim kapal setelah AS "pada dasarnya telah menyingkirkan kapasitas bahaya" yang ada.
"Kami membutuhkan kapal-kapal itu sebelum kami menang, bukan setelah kami menang," kata Trump seperti dikutip laporan tersebut.
Menurut laporan itu, Trump mengatakan AS siap melancarkan serangan baru terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, dan dapat pula menargetkan infrastruktur minyak negara itu.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta kota-kota lain di Iran. Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan serta aset Israel dan AS di seantero Timur Tengah.
Sementara itu, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Alireza Tangsiri, pada Sabtu (14/3) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup secara militer, melainkan "hanya berada di bawah kendali".
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1443 – Suhu maksimum di Tanah Suci antara 42-44 derajat Celsius
Indonesia
•
04 Jul 2022

Pemohon visa AS berpotensi wajib bayar uang jaminan hingga 15.000 dolar AS
Indonesia
•
06 Aug 2025

Laporan ungkap motif sebenarnya di balik kampanye misinformasi ‘Volt Typhoon’ AS
Indonesia
•
09 Jul 2024

Eropa memanas! Gelombang panas rekor bikin rumah sakit hingga kebun binatang kewalahan
Indonesia
•
30 Jun 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
