
Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan

Sejumlah orang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, di New York, AS, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
Iran tidak meminta gencatan senjata atau negosiasi dengan Amerika Serikat, dan siap membela diri "selama yang diperlukan" terhadap apa yang disebut sebagai "perang ilegal."
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan negaranya tidak meminta gencatan senjata atau negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), menegaskan bahwa Teheran siap membela diri "selama yang diperlukan" terhadap apa yang disebutnya sebagai "perang ilegal."
Dalam sebuah wawancara dengan CBS News yang ditayangkan pada Ahad (15/3), Araghchi membantah klaim bahwa Iran meminta pertikaian diakhiri.
"Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah minta negosiasi. Kami siap membela diri selama yang diperlukan," kata menlu Iran itu.
Dia menyampaikan bahwa Iran akan terus melanjutkan operasinya hingga Presiden AS Donald Trump "menyadari bahwa ini adalah perang ilegal tanpa kemenangan."
"Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berunding dengan pihak Amerika, karena saat itu kami sedang berunding dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu adalah yang kedua kalinya," tambah Araghchi.
Sedangkan terkait Selat Hormuz, Araghchi menekankan bahwa Iran tidak menutup jalur perairan tersebut. "Hal itu tergantung pada keputusan militer kami, dan mereka telah memutuskan untuk mengizinkan sekelompok kapal milik berbagai negara untuk melintas," ujarnya.
Berbicara tentang isu nuklir, Araghchi kembali menegaskan bahwa Teheran tidak pernah berupaya memperoleh senjata nuklir.
Dalam pembicaraan dengan AS sebelum serangan, Iran telah setuju untuk mengencerkan uraniumnya yang diperkaya, tetapi bahan-bahan nuklir yang diperkaya tersebut kini "terkubur di bawah reruntuhan" pascaserangan terhadap fasilitas nuklir Iran, ungkap Araghchi. "Semuanya terkubur di bawah reruntuhan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk mengambil kembali persediaan uranium yang diperkaya dari lokasi-lokasi yang rusak tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB serukan negara-negara pemilik senjata nuklir perjuangkan pelucutan senjata
Indonesia
•
21 Mar 2024

Hamas: Ancaman Trump perumit kesepakatan gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
07 Mar 2025

Abbas: Palestina inginkan Negara Palestina yang bebas militerisasi, termasuk Gaza
Indonesia
•
03 Aug 2025

AS-China sepakat bentuk kelompok kerja tingkatkan aksi iklim
Indonesia
•
14 Nov 2021


Berita Terbaru

AS dan Iran teken MoU secara Elektronik untuk akhiri perang
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 dibuka di tengah gelombang unjuk rasa besar-besaran
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Kesepakatan damai tercapai, warga Teheran masih menunggu bukti perdamaian
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 akan bahas krisis geopolitik di tengah meningkatnya perpecahan
Indonesia
•
15 Jun 2026
