
Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran

Kapal-kapal Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran terlihat dalam upacara peringatan Hari Teluk Persia Nasional di Teluk Persia di dekat Bushehr, Iran, pada 29 April 2024. (Xinhua/Shadati)
Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional, kecuali untuk kapal-kapal milik AS, Israel, serta sekutu keduanya.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak global yang krusial, tetap terbuka dan berada di bawah kendali Iran, demikian dikatakan seorang komandan senior Iran pada Sabtu (14/3), di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa klaim AS mengenai penghancuran angkatan laut Iran atau penyediaan pengawalan aman bagi kapal-kapal tanker minyak tidak benar, lansir kantor berita semiresmi Iran, Tasnim.
"Selat Hormuz tidak ditutup secara militer, melainkan hanya berada di bawah kendali," demikian isi pernyataan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan pesan serupa, dengan mengatakan kepada media AS bahwa selat tersebut tetap terbuka bagi pelayaran internasional, kecuali untuk kapal-kapal milik AS, Israel, serta sekutu keduanya.
"Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya tertutup bagi kapal tanker dan kapal milik musuh kami, bagi mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas," kata Araghchi.
Selat Hormuz merupakan jalur sempit strategis yang dilalui sekitar seperlima dari kebutuhan minyak dunia. Dalam pesan pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei berjanji akan mempertahankan pengaruh Iran atas selat tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mendesak negara-negara yang bergantung pada pengiriman minyak melalui selat tersebut untuk turut bertanggung jawab menjaga jalur itu tetap terbuka, dengan bantuan Amerika. Washington sedang berupaya meredam lonjakan harga minyak di tengah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang memicu aksi balasan Iran terhadap aset-aset AS di seantero Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah Arab Saudi renovasi situs bersejarah Islam
Indonesia
•
12 Apr 2021

Opini – Sistem PBB perlu ikutsertakan Taiwan, demi ciptakan dunia yang lebih aman, bebas dan setara
Indonesia
•
24 Sep 2024

Menlu Qin sebut penindasan tak akan hentikan peremajaan China
Indonesia
•
08 Mar 2023

Pemimpin tertinggi Iran sebut Trump bohong soal penggunaan kekuasaan demi perdamaian
Indonesia
•
19 May 2025


Berita Terbaru

Trump klaim Iran terus minta kesepakatan, perang diprediksi berakhir tahun ini
Indonesia
•
14 Sep 2026

Lebih dari 500 tentara tewas dan 1.500 luka, serangan Houthi ubah peta perang Yaman
Indonesia
•
14 Sep 2026

Opini – Memulihkan kepercayaan: Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Lebih dari 720.000 pelajar Palestina kehilangan akses ke pendidikan dasar
Indonesia
•
15 Sep 2026
