
Houthi klaim serang kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah hingga terbakar

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua/Pusat Media Houthi)
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok Houthi di Yaman pada Senin (24/8) mengatakan telah menembakkan rudal balistik ke sebuah kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah di lepas pantai kota pelabuhan Yanbu.
Mereka mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terpisah terhadap "pasukan militer Arab Saudi" dan sebuah konvoi di dekat perbatasan.
Dalam pernyataan yang disiarkan Al-Masirah TV yang berafiliasi dengan Houthi, juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan kapal tanker bernama "Amzan" terkena serangan di Laut Merah utara dan memicu kebakaran di kapal.
Sarea menyebut serangan tersebut "tepat dan langsung" serta mengatakan sejumlah kapal lain meninggalkan kawasan itu pascaserangan.
Dikatakan oleh Sarea serangan itu merupakan bagian dari larangan pelayaran yang diberlakukan Houthi terhadap kapal-kapal Arab Saudi berdasarkan kebijakan yang mereka sebut "blokade dibalas blokade".
Sebelumnya pada Senin, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengatakan sebuah kapal tanker terkena "proyektil tak dikenal" sekitar 63 mil laut di Yanbu barat, tanpa mengidentifikasi kapal tersebut ataupun menyebut pihak yang bertanggung jawab.
Sarea juga mengatakan pasukan Houthi menargetkan apa yang dia sebut sebagai "konvoi militer Saudi" di Provinsi Hadramout yang kaya minyak, di Yaman tenggara, dekat perbatasan dengan Arab Saudi. Dia mengeklaim serangan itu telah menghancurkan atau membakar lebih dari 10 truk militer yang membawa senjata dan masuk ke Yaman dari wilayah Saudi.
Dalam operasi terpisah, dia mengatakan pasukan Houthi menyerang "konsentrasi pasukan Arab Saudi" di Provinsi Al-Jawf, Yaman utara. Dia mengeklaim serangan itu menewaskan atau melukai puluhan orang, termasuk komandan dan perwira, serta menghancurkan sejumlah gudang senjata.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, sementara otoritas Arab Saudi belum memberikan komentar.
Serangan terbaru itu terjadi di tengah eskalasi yang lebih luas sejak Houthi mengumumkan larangan terhadap lalu lintas maritim yang terkait dengan Arab Saudi pada 20 Juli.
Houthi mengeklaim telah melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Arab Saudi serta berbagai sasaran di dalam wilayah negara kerajaan itu.
Pasukan pemerintah Yaman juga meningkatkan serangan drone terhadap posisi-posisi yang dikuasai Houthi, sementara Houthi mengintensifkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah di Marib dan sepanjang pesisir barat.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian banyak wilayah di Yaman utara, sehingga mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada tahun berikutnya guna mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi akan cabut pembatasan perjalanan mulai 1 Januari
Indonesia
•
14 Sep 2020

Iran serang kilang minyak Israel, balasan atas serangan ke infrastruktur energinya
Indonesia
•
08 Mar 2026

Xi tekankan penguatan perlindungan dan peningkatan kualitas lahan pertanian
Indonesia
•
24 Jul 2023

Malaysia akan hapuskan hukuman mati
Indonesia
•
10 Jun 2022


Berita Terbaru

AS hapus Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme setelah 47 tahun
Indonesia
•
25 Aug 2026

PBB laporkan korban sipil di Gaza dan Tepi Barat, gudang kemanusiaan rusak
Indonesia
•
25 Aug 2026

Empat prinsip Xi Jinping untuk Palestina: Solusi dua negara hingga rekonstruksi Gaza
Indonesia
•
25 Aug 2026

Layang-layang dari Gaza bikin Israel geram, militer diperintahkan bertindak tegas
Indonesia
•
24 Aug 2026
