PBB laporkan korban sipil di Gaza dan Tepi Barat, gudang kemanusiaan rusak

Warga Palestina terlihat di dekat barak usai serangan udara Israel di Kota Al-Zawayda di Jalur Gaza tengah pada 23 Agustus 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (24/8) mengatakan bahwa mitra mereka melaporkan serangan udara mematikan di Gaza selama akhir pekan lalu serta bentrokan di Tepi Barat yang menewaskan warga sipil, termasuk seorang anak.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan tiga gudang PBB di Deir al-Balah rusak akibat serangan udara yang menyasar sebuah lokasi yang berada di dekatnya. Ketiga gudang mengalami kerusakan, salah satunya cukup parah.

"Warga sipil dan objek sipil, termasuk fasilitas kemanusiaan, harus selalu dilindungi," kata OCHA.

Di Tepi Barat, OCHA mengatakan pasukan Israel menembak dan menewaskan seorang anak lainnya di Kamp Askar, Kegubernuran Nablus.

Insiden itu terjadi dalam sebuah penyerangan yang menurut mitrandan sumber medis setempat melibatkan warga Palestina melemparkan batu, sementara pasukan Israel melepaskan tembakan peluru tajam dan gas air mata.

OCHA mengatakan di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, tiga warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka pada Ahad (23/8) dalam sebuah perselisihan keluarga.

Mitra kemanusiaan mengatakan dua di antara korban itu tewas akibat tembakan pasukan Israel yang menyerbu kawasan tersebut untuk melakukan intervensi dan dilaporkan melepaskan tembakan peluru tajam serta gas air mata.

"Dalam konteks penegakan hukum, penggunaan kekuatan mematikan harus menjadi pilihan terakhir," kata OCHA.

Mitra-mitra kemanusiaan melaporkan bahwa setelah beredarnya video yang memperlihatkan serangan penusukan terhadap seorang pria Israel di kawasan Jericho pada Ahad, pasukan Israel menyerang desa Palestina Al Auja yang berada di dekat kawasan itu dan menangkap seorang anak yang diduga sebagai pelaku.

"Dalam penyerangan itu, pasukan Israel memperketat pembatasan pergerakan di kawasan tersebut, memaksa penutupan toko-toko, dan menerobos masuk ke sejumlah rumah, hingga mengakibatkan kerusakan pada pintu, perabotan, dan peralatan," kata OCHA.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait