
Iran serang kilang minyak Israel, balasan atas serangan ke infrastruktur energinya

Foto yang diabadikan pada 28 Februari 2026 ini menunjukkan ledakan di pusat kota Tel Aviv, Israel. (Xinhua/Chen Junqing)
Kilang minyak Haifa telah dihantam rudal Kheibarshekan sebagai respons atas serangan Israel terhadap infrastruktur energi Iran.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan pihaknya telah menyerang sebuah kilang minyak di Haifa, Israel (tanah pendudukan), pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat, sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap infrastruktur energi mereka.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di outlet berita resminya, Sepah News, IRGC menyebutkan kilang minyak Haifa telah dihantam rudal Kheibarshekan sebagai respons atas serangan tersebut.
Sementara itu, National Iranian Oil Refining and Distribution Company (NIORDC) menuturkan infrastruktur energi di negara tersebut menjadi sasaran serangan AS dan Israel pada Sabtu malam.
Sejumlah depot minyak di provinsi Teheran dan Alborz dihantam serangan rudal dan terbakar, kata perusahaan tersebut, seraya menambahkan tim pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan kobaran api.
Teheran dilanda gelombang baru serangan besar-besaran pada Sabtu malam, dengan ledakan dahsyat yang terdengar di berbagai area ibu kota Iran tersebut.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, serta banyak korban lainnya, termasuk beberapa anggota keluarga pemimpin tersebut, komandan militer berpangkat tinggi, dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan melancarkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Mengomentari serangan tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani pada Sabtu yang sama menyebutkan AS dan Israel bertujuan memecah belah dan menghancurkan negaranya.
Dia menyerukan kepada Presiden AS Donald Trump untuk mengakui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan dan dikelabui oleh Israel.
"Pihak Amerika telah meninggalkan luka di hati rakyat kami. Kami tidak akan membiarkan mereka begitu saja," ujar Larijani.
Dalam sebuah wawancara dengan Independent Arabia yang diterbitkan pada Sabtu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan dirinya dan Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud terus menjalin komunikasi satu sama lain.
Dia menambahkan para pejabat Arab Saudi telah meyakinkan Iran bahwa mereka sepenuhnya berkomitmen untuk tidak mengizinkan wilayah, ruang udara, atau perairan mereka digunakan untuk menyerang Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia akan pertimbangkan bangun kembali hubungan dengan Barat
Indonesia
•
24 May 2022

Haji1442 – Pelanggar izin haji dikenakan denda 10.000 riyal
Indonesia
•
05 Jul 2021

China: Laporan IAEA bukan "lampu hijau" bagi pembuangan air limbah nuklir Jepang
Indonesia
•
06 Jul 2023

Negara-negara Timur Tengah peringatkan eskalasi berbahaya menyusul serangan di Majdal Shams
Indonesia
•
30 Jul 2024


Berita Terbaru

Hizbullah luncurkan sekitar 100 roket dan ‘drone’ ke Israel
Indonesia
•
08 Mar 2026

AS serang fasilitas desalinasi Iran, pangkalan AS di Bahrain kena sasaran balasan
Indonesia
•
08 Mar 2026

Gedung Putih klaim Trump akan putuskan kapan Iran menyerah tanpa syarat
Indonesia
•
07 Mar 2026

Jajak pendapat ungkap mayoritas warga Amerika tolak aksi militer Trump di Iran
Indonesia
•
07 Mar 2026
