
Houthi kembali sasar infrastruktur energi Saudi, Aramco Najran diklaim jadi target

Sebuah 'drone' terbakar setelah ditembak jatuh di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 26 Juli 2026. (Xinhua/Pusat Media Houthi)
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok Houthi Yaman pada Jumat (14/8) mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan drone terhadap sebuah fasilitas milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Aramco, di wilayah Najran, Arab Saudi bagian selatan.
Serangan itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan yang diklaim kelompok tersebut terhadap infrastruktur energi Arab Saudi.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi, mengutip sumber militer di dalam kelompok itu, melaporkan bahwa sebuah drone menyasar "Aramco Najran" dan mengeklaim bahwa serangan tersebut "berhasil mencapai tujuannya."
Sumber itu mengatakan serangan tersebut merupakan respons atas "serbuan" pesawat tempur Arab Saudi ke wilayah udara Provinsi Saada, Yaman utara, yang merupakan basis pertahanan Houthi yang berbatasan dengan Arab Saudi.
Belum ada komentar langsung dari otoritas Arab Saudi mengenai klaim Houthi tersebut, dan belum ada informasi mengenai korban atau kerusakan.
Klaim terbaru itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi.
Pada 20 Juli, kelompok tersebut mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal-kapal Arab Saudi, dengan alasan adanya dugaan blokade Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi, sebuah klaim yang dibantah keras oleh Riyadh.
Sejak saat itu, Houthi telah mengeklaim serangkaian serangan terhadap kapal tanker, fasilitas energi, dan bandara Arab Saudi, sembari juga meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemerintah di Yaman.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut Sanaa, ibu kota negara itu, dan sebagian besar wilayah Yaman utara, memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mulai berlaku pada April 2022 berakhir enam bulan kemudian tanpa perpanjangan resmi, tetapi gencatan senjata de facto yang rapuh sebagian besar tetap bertahan hingga terjadinya eskalasi baru-baru ini.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Netanyahu deklarasikan "tahap penentuan" perang di Gaza meski diprotes pasukan cadangan
Indonesia
•
05 Sep 2025

Tank-tank Israel masuki pinggiran selatan Gaza City, bentrok dengan Hamas
Indonesia
•
31 Oct 2023

AS setujui penjualan 48 jet F-35 ke Saudi senilai 430,55 triliun rupiah
Indonesia
•
19 Sep 2026

Warga sipil di Lebanon terus jadi sasaran serangan meski ada gencatan senjata
Indonesia
•
16 May 2026


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
