
Dari Sanksi hingga Selat Hormuz, AS siapkan tekanan ekonomi baru terhadap Iran

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt (kanan, belakang) mengadakan taklimat pers bersama Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent (kiri, belakang) di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 29 April 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent pada Kamis (13/8) mengatakan bahwa AS akan menerapkan langkah-langkah yang "belum pernah dilakukan sebelumnya" terhadap Iran.
"Pantau terus halaman ini untuk pengumuman-pengumuman selanjutnya yang akan dirilis pekan depan, karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara," kata Bessent dalam wawancara dengan program ‘Rob Schmitt Tonight’ di Newsmax.
Bessent mengatakan Washington sedang meningkatkan kampanye finansial terhadap Teheran yang dimulai setelah Presiden AS Donald Trump mengaktifkan kembali kebijakan "tekanan maksimum"-nya tahun lalu dan memperkuatnya setelah peluncuran operasi militer terhadap Iran pada Februari.
Dia menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS telah menargetkan "rekening bank, dompet kripto, dan aset-aset Iran di seluruh dunia, memutus aliran pembayaran ke para pemimpin rezim maupun pemerintah itu sendiri".
Bessent merujuk pada "Operation Epic Fury", kampanye militer gabungan AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari, dan menyatakan bahwa Departemen Keuangan AS kini beralih menuju apa yang disebutnya sebagai "Kemarahan Ekonomi".
Departemen Keuangan AS akan melakukan kombinasi antara isolasi ekonomi dan blokade berkelanjutan terhadap Selat Hormuz, kata Bessent.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lima negara bergabung dengan Dewan Keamanan PBB
Indonesia
•
05 Jan 2022

Militer Israel klaim 1.900 tentara dan komandan Iran tewas dalam sejumlah serangan
Indonesia
•
10 Mar 2026

Trump ingin Departemen Pendidikan "segera" ditutup
Indonesia
•
15 Feb 2025

Sistem baru universitas di Saudi sejalan dengan Visi 2030
Indonesia
•
30 Oct 2019


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
