Iran bantah klaim Trump, tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, pada Kamis (13/8) mengatakan tidak ada kapal komersial atau kapal tanker minyak yang pernah, atau akan, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman tanpa izin dan pengawasan dari angkatan bersenjata Iran.

Dalam pesan video yang disiarkan media Iran, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas besar tersebut, mengatakan bahwa seperti halnya pada masa lalu, Selat Hormuz berada di bawah kendali dan pengelolaan penuh Iran.

Dia menolak klaim Amerika Serikat (AS) mengenai pelayaran normal kapal-kapal melalui Selat Hormuz sebagai klaim "palsu dan tidak lebih dari kebohongan."

Dia menambahkan bahwa klaim "palsu" AS tersebut menunjukkan "keputusasaan dan ketidakberdayaan" militer mereka, seraya menekankan bahwa para pemimpin dan militer AS telah benar-benar menguji "kekuatan dan ketangguhan" angkatan bersenjata Iran.

Zolfaghari menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran memantau seluruh pergerakan AS dan Israel di kawasan tersebut, dan tidak akan ragu membela hak-hak rakyat Iran serta kedaulatan nasional dan aspirasi negaranya, serta akan merespons setiap ancaman.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim melalui media sosial bahwa Amerika Serikat memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz.

Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari dengan melarang kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS melintas secara aman, menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait