
Houthi ancam serang target penting Arab Saudi, peringatkan AS agar tak ikut campur

Asap mengepul setelah serangan udara di Bandara Internasional Sanaa di Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026. (Houthi Media Center/Handout via Xinhua)
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pejabat senior Houthi pada Ahad (19/7) memperingatkan bahwa "target-target penting" di Arab Saudi berada dalam jangkauan pasukan kelompok tersebut, seraya menegaskan bahwa Houthi siap "membayar harga tertinggi" untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai blokade yang diberlakukan terhadap Yaman.
Abdullah Al-Naami, anggota Dewan Politik Tertinggi Houthi, mengatakan kepada stasiun televisi Al Mayadeen yang berbasis di Lebanon bahwa Bandar Udara Internasional Sanaa akan menerima penerbangan "dari semua negara."
Dia juga memperingatkan bahwa setiap upaya Arab Saudi untuk menghalangi penerbangan menuju atau dari bandara tersebut akan memicu "respons menyeluruh."
Al-Naami juga memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Arab Saudi dalam aksi militer melawan Yaman, Washington akan "menghadapi situasi yang sulit."
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kembali meningkatnya ketegangan terkait bandara Sanaa.
Pada Senin (13/7), pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyerang landasan pacu di bandara tersebut untuk menghalangi pendaratan sebuah pesawat Iran yang membawa seorang delegasi senior Houthi, sehingga memaksa pesawat itu dialihkan ke Hodeidah. Kelompok Houthi kemudian mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi.
Pada Jumat (17/7), Yordania secara resmi mengumumkan inisiatif untuk membuka penerbangan komersial reguler antara Amman dan Sanaa. Langkah tersebut disambut baik oleh pemerintah Yaman, namun ditolak oleh Houthi.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut kendali atas Sanaa, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS umumkan paket bantuan persenjataan terbesar untuk Ukraina
Indonesia
•
25 Aug 2022

19 juta jamaah tunaikan umroh pada 2019
Indonesia
•
01 May 2020

Payung konvertibel teduhkan 228.000 jamaah di Masjid Nabawi Madinah
Indonesia
•
12 Apr 2022

Turkiye luncurkan penyelidikan atas pembunuhan wanita Turkiye-Amerika di Tepi Barat
Indonesia
•
14 Sep 2024


Berita Terbaru

Houthi larang kapal Arab Saudi melintas, Riyadh siap ambil tindakan tegas di Laut Merah
Indonesia
•
21 Jul 2026

Kasus Ebola di RD Kongo tembus 2.400 di tengah penularan yang terus berlanjut
Indonesia
•
21 Jul 2026

Andy Burnham resmi jadi PM Inggris, janjikan perubahan politik dan ekonomi terbesar dalam 40 tahun
Indonesia
•
21 Jul 2026

Feature – Krisis listrik ancam nyawa pasien di Kuba, rumah sakit kesulitan layani operasi dan ICU
Indonesia
•
21 Jul 2026
