Fosil rumput laut milyaran tahun mungkin leluhur tanaman darat

Fosil rumput laut milyaran tahun mungkin leluhur tanaman darat
Ilustrasi rumput laut. (Photo by Thomas Peham on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Dua ahli paleontologi di Universitas Virginia Tech, Amerika Serikat menemukan fosil rumput laut hijau berumur satu miliar tahun di China.

Fosil Proterocladus antiquus tersebut merupakan rumput laut hijau tertua yang ditemukan hingga saat ini, sekitar 200 juta tahun lebih tua dari fosil yang pernah ditemukan sebelumnya. Kemungkinan besar fosil tersebut berhubungan dengan tanaman darat pertama yang telah menjelajah Bumi pada 450 juta tahun yang lalu.

Menurut Profesor Shuhai Xiao dan peneliti pasca-doktoral, Qing Tang dari Departemen Geosains dari Virginia Tech College of Science, fosil mikro yang ditemukan di dekat kota Dalian di Provinsi Liaoning di China utara itu mungkin merupakan kerabat tertua dari tanaman darat pertama yang muncul kemudian pada jutaan tahun lalu.

Ada tiga jenis utama rumput laut, yakni coklat (Phaeophyceae), hijau (Chlorophyta), dan merah (Rhodophyta) dengan warna merah berasal dari 1,047 miliar tahun yang lalu.

Fosil rumput laut hijau yang baru ditemukan, Proterocladus antiquus, mungkin juga berasal dari satu miliar tahun yang lalu. Namun, Xiao menerangkan bahwa ada rumput laut hijau moderen yang tampak sangat mirip dalam ukuran dan bentuk, seperti kelompok yang disebut siphonocladaleans.

Fosil sepanjang 2 mm itu ditemukan di bawah lensa mikroskop elektronik saat para ilmuan memeriksa sayatan tipis dengan semacam minyak mineral gunameningkatkan kontras.

Xiao dan Tang menjelaskan bahwa rumput laut itu dulunya hidup di air laut yang dangkal dan terawetkan di bawah lapisan sedimen yang tebal. Aktivitas geologis kemudian mengangkat dasar laut, dan meninggalkannya sebagai bagian dari tanah kering.

“[Proterocladus antiquus] memperlihatkan banyak cabang, pertumbuhan tegak lurus, dan sel-sel khusus yang dikenal sebagai akinetes yang sangat umum dalam jenis fosil ini,” kata Xiao.

“Secara bersamaan, fitur-fitur ini sangat menunjukkan bahwa fosil tersebut adalah rumput laut hijau dengan multiseluleritas kompleks yang berumur sekitar satu miliar tahun. Ini kemungkinan merupakan fosil rumput laut hijau paling awal. Singkatnya, penelitian kami memberi tahu bahwa tanaman hijau di mana-mana yang kita lihat saat ini dapat ditelusuri kembali ke setidaknya satu miliar tahun lalu,” tambahnya.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Ecology & Evolution.

Sumber: Virginia Tech; Newatlas

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here