Ilmuwan temukan laba-laba dan kalajengking tertua

Ilmuwan temukan laba-laba dan kalajengking tertua
Ilustrasi laba-laba. (Photo by Ed van duijn on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebuah penelitian gabungan internasional menemukan spesies baru bernama Mollisonia plenovenatrix, yang diyakini sebagai chelicerate tertua, demikian dikutip dari kantor berita China Xinhua di Jakarta, Jumat.

Chelicerata adalah sub-filum dari anggota hewan tak bertulang belakang yang memayungi jenis-jenis laba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka.

Penemuan ini menetapkan usia chelicerate, sekelompok besar arthropoda dengan lebih dari 115.000 spesies, termasuk kepiting tapal kuda, kalajengking, dan laba-laba, hingga lebih dari 500 juta tahun yang lalu.

Para ilmuwan dari Institut Geologi dan Paleontologi Nanjing pada Akademi Ilmu Pengetahuan China bekerja sama dengan Museum Royal Ontario Kanada dalam menemukan spesies baru di Burgess Shale tersebut, yakni deposit yang kaya fosil di Pegunungan Rocky Kanada.

Menurut tim peneliti, Mollisonia plenovenatrix akan menjadi pemangsa sengit mengingat ukurannya. Sebesar ibu jari, makhluk itu memiliki mata besar berbentuk telur, “kepala multi-alat” dan kaki yang panjang, serta banyak anggota tubuh yang dapat bekerja sama untuk merasakan, menggenggam, menghancurkan, dan mengunyah.

Spesies baru ini juga memiliki sepasang “penjepit” kecil di depan mulutnya, yang disebut chelicerae.

Organ-organ unik tersebut digunakan untuk membunuh, memegang dan kadang-kadang memotong mangsa mereka. Inilah alasan yang membuat kelompok kalajengking dan laba-laba dikelompokkan sebagai chelicerate.

Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Nature pada Rabu (11/9/2019).

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here