Indonesia pastikan penuhi 17 target SDGs 2030 dalam industri kelapa sawit

Indonesia pastikan penuhi 17 target SDGs 2030 dalam industri kelapa sawit
Mahendra Siregar, Wakil Menteri Luar Negeri RI. (Kementerian Luar Negeri RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah memastikan bahwa industri kelapa sawit nasional telah mencapai perkembangan yang signifikan dalam memenuhi target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

“Indonesia berkomitmen untuk memenuhi 17 target SDGs 2030 dan telah berhasil mencapai perkembangan yang signifikan,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar, pada seminar daring Keberkelanjutan Minyak Nabati: Peluang untuk Peningkatan Perdagangan Dua Arah pada Kamis (14/1).

Dia menekankan bahwa Indonesia menolak perlakuan diskriminatif yang dikaitkan dengan isu keberkelanjutan terhadap produk kelapa sawit Indonesia, di tengah upaya pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk meningkatkan standar yang lebih ketat.

Karenanya, Pemerintah Indonesia siap melakukan dialog dengan seluruh mitra, baik di tingkat regional maupun global, kata wamenlu.

Sebelumnya, negara-negara anggota Uni Eropa (UE) dan ASEAN telah bersepakat untuk meningkatkan hubungan dari Kemitraan Dialog menjadi Kemitraan Strategis, serta membentuk Kelompok Kerja Bersama Untuk Minyak Nabati dalam Pertemuan Tingkat Menteri UE-ASEAN ke-23 pada 1 Desember 2020.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Kamapradipta Isnomo, mengatakan komitemen dari kedua belah pihak untuk bentuk sebuah Joint Working Group mengindikasikan kesamaan visi untuk menyelesaikan tantangan dan isu-isu lingkungan hidup di sektor minyak nabati dalam perspektif yang lebih obyektif dan non-diskriminatif.

​​Seminar tersebut dihadiri dua panelis ahli di bidang keberkelanjutan dan minyak nabati yang berbasis di Swedia, yaitu Francis X. Johnson, Ph.D yang merupakan peneliti senior di Institut Lingkungan Stockholm, dan Fumi Harahap, Ph.D, yang tengah menempuh jenjang pasca doktoral di KTH Royal Institute of Technology.

Kegiatan webinar tersebut diselenggarakan oleh KBRI Stockholm guna mendorong diadakannya diskusi seputar topik keberkelanjutan minyak nabati.

Kelapa sawit dan produk turunannya merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia ke Swedia.

Dalam tiga tahun terakhir nilai impor kelapa sawit Swedia dari Indonesia terus meningkat dari 14,5 juta dolar AS pada 2017 menjadi 32,3 juta dolar AS pada 2019.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here