FBI peringatkan Iran berpotensi serang California dengan ‘drone’

Warga berunjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran di New York, AS, pada 2 Maret 2026. (Xinhua/Zack Zhang)

Iran dapat membalas serangan AS dengan meluncurkan drone ke wilayah Pesisir Barat (West Coast) AS.

 

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) Amerika Serikat (AS) memperingatkan departemen-departemen kepolisian di California dalam beberapa hari terakhir bahwa Iran dapat membalas serangan AS dengan meluncurkan drone ke wilayah Pesisir Barat (West Coast) AS, lapor ABC News pada Rabu (11/3), mengutip peringatan yang ditinjau oleh outlet berita tersebut.

"Kami baru-baru ini memperoleh informasi bahwa per awal Februari 2026, Iran diduga berniat melancarkan serangan kejutan menggunakan kendaraan udara nirawak (unmanned aerial vehicle) dari sebuah kapal tak dikenal di lepas pantai wilayah AS, khususnya terhadap target-target yang tidak disebutkan secara spesifik di California, jika AS melancarkan serangan terhadap Iran," urai laporan tersebut, mengutip peringatan yang didistribusikan pada akhir Februari.

Namun, peringatan itu juga menambahkan bahwa pihak berwenang "tidak memiliki informasi tambahan perihal waktu, metode, target, atau pelaku dari dugaan serangan ini."

Peringatan FBI tersebut tidak menjelaskan bagaimana atau kapan kapal yang mengangkut drone tempur itu akan berada cukup dekat dengan daratan AS.

Peringatan itu disampaikan tak lama setelah pemerintahan Trump melancarkan serangan terhadap Iran, imbuh laporan tersebut.

Serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari, menimbulkan eskalasi tajam di seluruh Timur Tengah, memicu aksi saling serang menggunakan rudal, korban yang terus berjatuhan, serta dampak politik dan keamanan yang meluas. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait