Israel mulai serangan "skala besar" baru terhadap Iran usai aktifkan alarm serangan rudal

Orang-orang bermalam di peron stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, Israel, pada 11 Maret 2026. Alarm diaktifkan di seluruh Israel pada Rabu (11/3) malam ketika pertahanan udara mendeteksi rudal dan roket yang diluncurkan dari Iran dan Lebanon. (Xinhua/Gil Cohen Magen)

Israel memulai gelombang serangan skala besar baru terhadap Iran, beberapa menit setelah alarm peringatan serangan rudal dari Iran diaktifkan di seluruh Israel.

 

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Israel menyampaikan bahwa pihaknya memulai "gelombang serangan skala besar" baru terhadap Iran pada Kamis (12/3) pagi, beberapa menit setelah alarm peringatan serangan rudal dari Iran diaktifkan di seluruh Israel.

Warga di Tel Aviv melaporkan ledakan keras saat stasiun televisi milik Israel, Kan TV News, menyampaikan puing-puing menghantam beberapa lokasi di area tersebut. Layanan penyelamatan Israel, Magen David Adom, menuturkan timnya sedang dalam perjalanan untuk mencari kemungkinan korban luka di lokasi-lokasi yang dilaporkan terkena rudal atau serpihannya.

Serangan itu menyusul serangan udara skala besar Israel terhadap pinggiran selatan Beirut pada Rabu (11/3) malam, sementara Hizbullah menargetkan Israel utara selama berjam-jam dengan rentetan roket.

Menurut sejumlah pejabat militer Israel, para militan Hizbullah menembakkan sekitar 100 rudal dan beberapa drone ke Israel utara, sementara Iran secara bersamaan meluncurkan sejumlah rudal ke utara serta area-area lainnya.

Dampak serangan itu telah dilaporkan dan sedikitnya dua warga sipil mengalami luka ringan, menurut Magen David Adom.

Pertempuran terjadi saat konflik regional yang dipicu oleh serangan militer gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran memasuki hari ke-13. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait