
Anjing laut punya ‘kekuatan super’ mendengar di darat dan bawah air

Seekor anjing laut berenang di kandangnya saat gelombang panas melanda di Kebun Binatang Warsawa di Warsawa, Polandia, pada 28 Juni 2026. (Xinhua/Jaap Arriens)
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Penelitian terbaru mengungkap bagaimana jaringan telinga khusus memungkinkan anjing laut untuk mendengar dengan baik di bawah air maupun darat, memberikan wawasan mengenai cara mamalia laut beradaptasi di lautan yang semakin bising.
Studi tersebut, yang dipimpin oleh para peneliti Australia dan Inggris, menemukan bahwa anjing laut purba berevolusi hingga memilik "pendengaran amfibi," yaitu kemampuan untuk mendengar secara efektif baik di udara maupun air, sejak lebih dari 26 juta tahun lalu, karakteristik yang penting bagi kelangsungan hidup mereka, menurut pernyataan yang dirilis oleh Universitas Monash Australia pada Rabu (15/7).
Temuan-temuan tersebut sangat relevan mengingat kebisingan laut yang dipicu aktivitas manusia semakin intens akibat pelayaran komersial, penggunaan sonar, dan konstruksi lepas pantai, ujar para peneliti, seraya menambahkan bahwa tanpa memahami pembanding (baseline) alami kemampuan pendengaran unik anjing laut, sulit untuk menilai dampak yang ditimbulkan oleh polusi suara terhadap spesies laut.
Studi tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, mengidentifikasi jaringan telinga khusus yang memungkinkan "pendengaran amfibi," sebuah "kekuatan super" di kalangan mamalia.
"Sebagian besar mamalia tidak dapat mendengar dengan baik di bawah air, tetapi anjing laut memiliki telinga khusus untuk mendengar di bawah air tanpa mengorbankan kemampuan mereka untuk mendengar di darat," papar James Rule dari Monash School of Biological Sciences, penulis utama penelitian tersebut.
Dengan menganalisis pemindaian CT dan data dari spesimen museum modern maupun fosil, serta memanfaatkan kemajuan terbaru dalam studi evolusi mamalia laut berkaki sirip (pinniped), para peneliti dapat memahami asal-usul kemampuan pendengaran amfibi mereka, yang pada akhirnya mengungkap sistem komunikasi bawah air mereka yang kompleks.
"Inovasi evolusioner ini turut memfasilitasi keberagaman vokal mamalia laut berkaki sirip yang luar biasa, sehingga memungkinkan mereka untuk berkomunikasi baik di darat maupun lautan," kata Rule.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China targetkan pengembangan pusat data yang lebih ramah lingkungan
Indonesia
•
27 Jul 2024

Studi sebut pria umur panjang lebih sehat dibandingkan wanita umur panjang
Indonesia
•
07 Feb 2025

China mulai bangun konstelasi satelit orbit ultrarendah
Indonesia
•
13 Jul 2023

Fosil terumbu karang berusia 350 juta tahun ditemukan di China tengah
Indonesia
•
03 Apr 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
