
Ilmuwan China luncurkan purwarupa robot udara/terestrial untuk eksplorasi Mars

Foto yang diabadikan pada 13 Februari 2025 ini menunjukkan purwarupa robot lintas domain udara/terestrial kategori baru yang dikembangkan oleh tim peneliti di Institut Teknologi Harbin (Harbin Institute of Technology/HIT) di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Institut Teknologi Harbin)
Purwarupa untuk robot lintas domain udara/terestrial kategori baru yang dirancang oleh tim ilmuwan China dapat digunakan untuk berbagai misi seperti penjelajahan Mars.
Harbin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil mengembangkan purwarupa untuk robot lintas domain udara/terestrial kategori baru, yang dirancang untuk berbagai misi seperti penjelajahan Mars.Dengan berat hanya sekitar 300 gram, hampir sama dengan berat sebutir apel, robot itu mampu bergulir di tanah dan terbang untuk melewati berbagai rintangan. Robot itu diciptakan oleh tim peneliti di Institut Teknologi Harbin (Harbin Institute of Technology/HIT).Tim itu berhasil mengembangkan beberapa versi robot udara/terestrial, yang mencapai durasi daya tahan enam kali lebih lama daripada wahana udara nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) berukuran serupa. Robot-robot ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai tugas seperti pemantauan, pemeriksaan, dan pemeliharaan. Bentuk robot-robot ini beragam, seperti desain dua roda atau bulat. Robot-robot tersebut dapat disesuaikan dengan beragam medan dan juga dapat dilengkapi dengan manipulator untuk melakukan tindakan memutar atau menekan.Zhang Lixian, seorang profesor di HIT, mengatakan, "Desain purwarupa ini kini sudah selesai. Dibandingkan dengan wahana penerbangan Mars yang ada saat ini, robot dengan kemampuan lintas domain udara/terestrial ini akan mencapai performa yang lebih baik dalam hal fungsionalitas dan daya tahan."Diharapkan robot ini juga dapat diterapkan ke dalam tugas-tugas eksplorasi di lingkungan bawah tanah seperti tambang batu bara, koridor jalur pipa, dan kereta bawah tanah, imbuh Zhang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Makam berusia ratusan tahun ditemukan di kota metropolis Guangzhou, China selatan
Indonesia
•
18 Dec 2023

Mayoritas warga Singapura gunakan ‘chatbot’ AI untuk tugas, bukan pertemanan
Indonesia
•
22 Jan 2026

Sel surya fleksibel dikembangkan untuk aplikasi PV
Indonesia
•
13 Jun 2023

China luncurkan satelit eksperimen teknologi
Indonesia
•
25 Nov 2023


Berita Terbaru

Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil
Indonesia
•
27 Mar 2026

Studi sebut panel surya pada dinding bangunan bisa pasok listrik kota dan pangkas emisi
Indonesia
•
28 Mar 2026

Brasil kenalkan jet tempur supersonik F-39E Gripen pertama yang diproduksi di dalam negeri
Indonesia
•
27 Mar 2026

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026
