
Saat manusia mulai ‘jatuh hati’ pada AI, China perketat aturan bot pendamping

Orang-orang berjalan melewati instalasi bertema AI dalam Pameran Produk Konsumen Internasional China (China International Consumer Products Expo/CICPE) keenam di Haikou, Provinsi Hainan, China selatan, pada 14 April 2026. (Xinhua/Xin Yuewei)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China pada Rabu (15/7) mengeluarkan serangkaian peraturan yang bertujuan membatasi ketergantungan emosional terhadap bot pendamping berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menandai langkah baru dalam upaya mengatur sektor yang berkembang pesat tersebut.
Layanan pendamping berbasis AI, yang telah digunakan di berbagai bidang mulai dari layanan pelanggan, dukungan kesehatan mental, hingga pengasuhan anak dan perawatan lansia, semakin populer karena mampu menyimulasikan kepribadian dan percakapan layaknya manusia.
Namun, kekhawatiran terhadap ketergantungan emosional dan berbagai risiko lainnya telah memicu seruan untuk memperketat regulasi.
Aturan baru tersebut mewajibkan platform untuk mendeteksi gangguan emosional, melakukan intervensi dalam situasi krisis, membatasi penggunaan yang berlebihan, memberikan kendali penuh kepada pengguna atas data pribadi mereka, serta mencegah penyalahgunaan informasi pengguna.
Regulasi tersebut mendefinisikan layanan pendamping berbasis AI sebagai layanan yang menyediakan ‘interaksi emosional berkelanjutan’ melalui teks, gambar, dan audio atau video.
Sementara itu, aplikasi AI yang berorientasi pada penyelesaian tugas, seperti layanan pelanggan, asisten kerja, pendidikan, dan penelitian ilmiah, tidak termasuk dalam kategori tersebut.
Pasar AI di China terus berkembang, didorong oleh pengadopsian yang lebih luas di berbagai industri. Berdasarkan riset terbaru, nilai pasar AI di China diperkirakan melampaui 1,2 triliun yuan pada 2025 dan diproyeksikan menembus 1,8 triliun yuan pada 2028.
*1 yuan = 2.668 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Rusia temukan metode baru deteksi peradangan dalam tubuh
Indonesia
•
17 Dec 2021

Peneliti temukan spesies mawar China yang sangat terancam punah di China barat daya
Indonesia
•
13 May 2024

Coca-Cola akan kembangkan teknologi ubah karbon dioksida jadi gula
Indonesia
•
20 Aug 2022

Penelitian: Kaki bercuping belalang anggrek berfungsi untuk meluncur
Indonesia
•
02 Dec 2023


Berita Terbaru

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Dibekali kamera 200MP, Huawei nova 16s Series 5G resmi meluncur di Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026
