
Makam era Firaun berusia 3.000 tahun lebih ditemukan di Luxor, Mesir

Foto yang diabadikan pada 14 Mei 2026 ini menunjukkan sebuah perahu di Sungai Nil di Kegubernuran Luxor, Mesir. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir pada Ahad (12/7) mengumumkan penemuan sebuah makam era Firaun di Tepi Barat Luxor, yang ditemukan dalam penggalian arkeologis yang sedang berlangsung.
Menurut pernyataan kementerian tersebut, penemuan itu dilakukan oleh misi arkeologis Belanda yang melakukan penelitian di Nekropolis Thebes.
Hisham Elleithy, sekretaris jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (Supreme Council of Antiquities/SCA), mengatakan bahwa prasasti di makam itu mengidentifikasi pemilik makam sebagai "Paser". Melalui relief dindingnya, usia makam untuk sementara diperkirakan berasal dari era Kerajaan Baru (1550-1069 SM).
Elleithy menyebut bahwa tim arkeologis akan melakukan pendokumentasian dan analisis komprehensif untuk mengidentifikasi mereka yang dimakamkan di situs tersebut dan merekonstruksi sejarah mereka, dengan tujuan menempatkan makam tersebut dalam konteks sejarah dan budaya yang lebih luas.
Mohamed Abdel-Badie, kepala Sektor Kepurbakalaan Mesir di SCA, mengatakan tata letak makam tersebut terdiri dari halaman luar, kapel pahatan batu berbentuk T terbalik, dan beberapa ruang pemakaman bawah tanah, yang sesuai dengan gaya makam pribadi pada periode Kerajaan Baru.
Abdel-Badie mengatakan bahwa halaman di kompleks makam tersebut terlestarikan dengan baik. Di halaman itu terdapat sebuah mastaba dari bata lumpur dengan ceruk tengah untuk stela pemakaman dan sebuah tangga yang diapit oleh jalur landai menuju pintu masuk utama makam.
Sebagian dekorasi dinding yang bertuliskan nama Paser tertutup oleh lapisan tipis puing-puing, kata Abdel-Badie. Bagian-bagian yang telah digali mengungkapkan lukisan-lukisan rumit dan berwarna-warni yang menggambarkan sosok mendiang sedang memberi penghormatan kepada para dewa di tempat pemujaan, serta gambaran dirinya dan sang istri di depan meja persembahan tradisional, imbuh Abdel-Badie.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hongaria hadapi fase pertahanan banjir paling menantang
Indonesia
•
20 Sep 2024

Studi baru kaitkan badai debu super dan umpan balik radiatif aerosol
Indonesia
•
22 Aug 2023

Peneliti temukan mikroplastik di plasenta ibu
Indonesia
•
28 Dec 2020

Satelit telekomunikasi China memulai perubahan orbit secara otomatis
Indonesia
•
26 Jan 2023


Berita Terbaru

Huawei Pura 90s resmi masuk Indonesia, bawa kamera telefoto 200 MP dan AI canggih
Indonesia
•
29 Aug 2026

El Nino makin menggila! Fluktuasi suhu Pasifik kini 36 persen lebih kuat
Indonesia
•
29 Aug 2026

Separuh Eropa dilanda kekeringan, hutan terancam kematian massal
Indonesia
•
29 Aug 2026

Setelah 9 tahun dikembangkan, vaksin selesma ini mulai tunjukkan harapan
Indonesia
•
28 Aug 2026
