
Otot yang lemah bisa tingkatkan risiko diabetes hingga 3,5 kali lipat

Ilustrasi. (Victor Freitas on Unsplash)
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penelitian yang dipimpin Australia menemukan bahwa kesehatan otot kemungkinan besar berperan penting dalam risiko diabetes, selain berat badan dan obesitas.
Tim yang dipimpin oleh Universitas Curtin Australia menemukan bahwa orang dengan lemak tubuh yang berlebih dan kesehatan otot yang buruk, yang dikenal sebagai obesitas sarkopenia, memiliki risiko lebih dari 3,5 kali lipat untuk terkena diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang memiliki komposisi tubuh sehat, ungkap pernyataan terbaru dari universitas tersebut.
Penelitian yang telah diterbitkan di jurnal Diabetes Care ini menganalisis data kesehatan dari hampir 480.000 orang dewasa selama 14 tahun, yang semuanya bebas dari diabetes pada awal penelitian.
Penelitian ini menemukan bahwa orang dengan obesitas sarkopenia memiliki risiko 19 persen lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang hanya mengalami obesitas, serta memiliki risiko 91 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya mengalami sarkopenia.
Dalam waktu 10 tahun, hampir 15 persen dari orang-orang dengan obesitas sarkopenia menderita diabetes, dibandingkan dengan sekitar 11 persen dari mereka yang hanya mengalami obesitas dan 3 persen dari mereka yang tidak mengalami sarkopenia maupun obesitas, sebut penelitian itu.
"Sebagian besar orang tahu bahwa kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tetapi temuan kami menunjukkan bahwa kesehatan otot juga merupakan bagian penting dari teka-teki ini," kata penulis utama studi ini, Guan Zhongyang, yang merupakan kandidat PhD di Curtin School of Population Health.
Temuan ini bertentangan dengan persepsi umum bahwa risiko diabetes terutama dipengaruhi oleh berat badan, yang menyoroti kesehatan otot sebagai faktor kunci, tutur Guan, sambil menambahkan bahwa hubungan tersebut paling kuat terlihat pada wanita dan orang dewasa di bawah usia 60 tahun.
Para peneliti mengatakan bahwa menjaga kesehatan otot melalui aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi resistensi tubuh terhadap insulin, yang merupakan faktor penting dalam diabetes tipe 2.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UNGA adopsi resolusi usulan China soal penguatan kerja sama internasional dalam pengembangan AI
Indonesia
•
02 Jul 2024

Laporan terbaru paparkan dampak atmosfer dari letusan gunung berapi Hunga pada 2022
Indonesia
•
20 Dec 2025

Patung Romawi kuno ditemukan di Istanbul, Turkiye
Indonesia
•
05 Apr 2023

Feature – Industri teh di China timur terapkan digitalisasi dan pengembangan ramah lingkungan
Indonesia
•
22 Jun 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
