
90 persen lebih air minum di stasiun luar angkasa China hasil daur ulang

Gambar tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 25 Juli 2022 ini menunjukkan astronaut Shenzhou-14 Chen Dong (tengah), Liu Yang (kanan), dan Cai Xuzhe di modul laboratorium Wentian. (Xinhua/Guo Zhongzheng)
Sistem tersebut juga mengumpulkan keringat dan urine para astronaut di stasiun luar angkasa China, lalu dimurnikan untuk diubah menjadi air minum.
Jakarta (Indonesia Window) – Stasiun luar angkasa China dengan awak Shenzhou-14 berada di orbit kini memiliki kapasitas untuk menghasilkan lebih dari 90 persen air minumnya melalui proses daur ulang, dengan kurang dari 10 persen sisanya dipasok dari Bumi, demikian disampaikan oleh Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA).Daur ulang dilakukan dengan sistem kontrol lingkungan dan pendukung kehidupan yang dipasang di stasiun luar angkasa tersebut, yang terdiri dari enam subsistem yang masing-masing digunakan untuk produksi oksigen dengan elektrolisis air, pembuangan karbon dioksida, pembuangan gas berbahaya, pemrosesan urine, pemrosesan air, serta produksi air dengan karbon dioksida dan hidrogen.Bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup yang layak huni dan menyerupai Bumi di luar angkasa, sistem kontrol lingkungan dan pendukung kehidupan tersebut mengatur antara lain tekanan udara, kandungan oksigen, kecepatan angin, serta suhu dan kelembapan di dalam wahana antariksa itu, kata CMSA.Sistem tersebut mengurangi kebisingan di kabin dengan lapisan penyerap suara, panel insulasi suara, isolator getaran, dan bantalan kejut.Sistem tersebut juga mengumpulkan keringat dan urine para astronaut kemudian menjalankan proses pemurnian untuk mengubahnya menjadi air minum, serta memproduksi oksigen dengan melakukan proses elektrolisis terhadap air daur ulang, kata CMSA.Subsistem untuk memproduksi air dengan mengeluarkan karbon dioksida dan hidrogen dari elektrolisis air, yang merupakan inovasi terbaru, dipasang di stasiun luar angkasa itu dan diuji oleh awak Shenzhou-14 dengan bantuan dari Bumi.Subsistem baru ini dapat membantu mendaur ulang 1 kilogram air tambahan per hari, meningkatkan proporsi air minum yang dihasilkan melalui proses daur ulang dari 80 persen menjadi lebih dari 90 persen.Sebagai teknologi inti yang diperlukan untuk misi berawak China, sistem kontrol lingkungan dan pendukung kehidupan ini memastikan keselamatan para astronaut di orbit dan membantu membangun stasiun luar angkasa yang layak huni, kata CMSA.Para peneliti saat ini tengah mengerjakan sejumlah teknologi regenerasi generasi berikutnya, termasuk regenerasi makanan, guna memaksimalkan penggunaan kembali material-material di stasiun luar angkasa di masa depan, tambah CMSA.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Arab Saudi akan buka sejumlah pusat vaksinasi
Indonesia
•
23 Dec 2020

China ungkap tugas-tugas dalam misi luar angkasa berawak Shenzhou-15
Indonesia
•
28 Nov 2022

Tim ilmuwan China kembangkan lidah buatan untuk ukur tingkat kepedasan
Indonesia
•
28 Nov 2025

Sejumlah penemuan arkeologi perkaya kebudayaan Terusan Besar Beijing-Hangzhou
Indonesia
•
15 Aug 2022


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
