
Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia

Salah satu sudut ibu kota Jakarta pada 13 Maret 2022. (Indonesia Window)
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi jangka panjang di Australia menemukan bahwa tinggal di lingkungan dengan kanopi pohon yang lebih rindang dapat membantu melindungi dari risiko depresi di usia lanjut.
Temuan tersebut, yang telah dipublikasikan di dalam Journal of Affective Disorders, menyoroti peran potensial dari perencanaan perkotaan dalam mendukung penuaan yang sehat dan kesejahteraan mental, demikian menurut pernyataan yang dirilis pada Senin (27/7) oleh Center for Healthy Brain Ageing (CHeBA) Sydney di Universitas New South Wales, Australia.
Penelitian tersebut, yang dipimpin oleh CHeBA melalui kolaborasi dengan Australian Catholic University, memantau lebih dari 1.000 warga lanjut usia (lansia) Australia berusia 70 hingga 90 tahun selama hingga 12 tahun.
Penelitian ini menemukan bahwa orang-orang yang tinggal di daerah dengan kanopi pohon yang lebih luas mengalami gejala depresi lebih sedikit seiring berjalannya waktu.
Para peneliti mengevaluasi bagaimana karakteristik lingkungan sekitar, termasuk kanopi pohon, area taman, akses ke laut, sungai, dan danau, akses ke fasilitas umum, serta tingkat polusi udara, berkaitan dengan perubahan gejala depresi.
Paparan yang lebih besar terhadap kanopi pohon dalam jangka panjang secara konsisten berkaitan dengan tingkat depresi yang lebih rendah, sebut studi itu. Depresi memengaruhi hampir satu dari lima orang dewasa berusia di atas 60 tahun di seluruh dunia, imbuhnya.
Studi tersebut menemukan sedikit bukti bahwa karakteristik lingkungan sekitar lainnya, termasuk area taman, ruang biru (blue space), akses ke layanan, atau paparan jangka panjang terhadap tingkat polusi udara yang rendah, memiliki dampak konsisten terhadap gejala depresi setelah memperhitungkan faktor-faktor lingkungan lainnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Unggas air habiskan musim dingin di danau air asin terbesar di China meningkat
Indonesia
•
06 Jan 2023

Lapisan Es di Greenland mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan
Indonesia
•
24 Mar 2025

Peneliti temukan ‘few-layer graphene’ alami dalam sampel tanah Bulan yang dibawa Chang'e-5
Indonesia
•
26 Jun 2024

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
