Sampel rambut ungkap dampak stres terhadap anak-anak autistik

Anak-anak bermain saat Festival Bulan Canberra 2025 di Canberra, Australia, pada 7 September 2025. (Xinhua/Chu Chen)

Pengukuran kortisol rambut dapat membantu mengungkap dampak stres terhadap anak-anak autistik, menawarkan alat biologis untuk melengkapi penilaian perilaku.

 

Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Pengukuran kortisol rambut dapat membantu mengungkap dampak stres terhadap anak-anak autistik, menawarkan alat biologis untuk melengkapi penilaian perilaku, demikian ditemukan dalam penelitian di Australia.

Studi ini menggunakan sampel biologis dari 580 lebih anak autistik, beserta saudara kandung nonautistik mereka, dan anak-anak nonautistik yang tidak memiliki hubungan keluarga berusia 2-17 tahun, menurut pernyataan dari Neuroscience Research Australia (NeuRA) pada Senin (2/2).

Peneliti dari NeuRA dan University of New South Wales (UNSW) di Australia menemukan bahwa konsentrasi kortisol rambut yang lebih rendah berkaitan dengan tingkat keparahan autisme yang lebih tinggi, terutama tekanan yang terinternalisasi, gangguan perilaku, dan ADHD yang disertai kondisi lainnya.

"Ada juga hubungan antara konsentrasi kortisol rambut yang lebih tinggi dengan kecemasan tidur, sering terbangun pada malam hari, pendapatan keluarga yang lebih rendah, dan anak-anak yang usianya lebih muda," kata Adam Walker, research fellow dari Laboratory of ImmunoPsychiatry NeuRA.

Profesor Valsamma Eapen dari UNSW mengatakan kadar kortisol rambut memberikan gambaran yang andal dan noninvasif dalam rentang waktu 3-6 bulan untuk menilai stres kronis pada anak-anak autistik, menghindari masalah dengan tes akut yang sampelnya sulit diambil seperti darah atau air liur.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait