
Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen

Ilustrasi. (Chris Weiher on Unsplash)
Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti yang dipimpin oleh ilmuwan Israel menemukan bahwa tanaman "mengetahui" kapan harus tumbuh dan kapan harus menahan pertumbuhannya, yang berpotensi membantu pengembangan tanaman budi daya yang lebih baik.
Demikian menurut Universitas Ibrani Yerusalem (Hebrew University of Jerusalem) dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/7).
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Development itu mengungkap bagaimana tanaman secara cermat mengendalikan pembentukan daun dan organ lainnya melalui sistem pengaturan waktu presisi yang melibatkan dua hormon utama.
Para peneliti menemukan bahwa hormon tanaman auksin mula-mula memperlambat kerja hormon lain, yaitu giberelin, sehingga memungkinkan terbentuknya struktur baru di lokasi yang tepat. Selanjutnya, auksin mengaktifkan giberelin, yang kemudian memicu pertumbuhan dan pembesaran secara cepat.
Menggunakan tanaman tomat, studi tersebut menunjukkan bahwa perubahan keseimbangan antara kedua hormon itu memengaruhi jumlah dan ukuran daun.
Para peneliti mengatakan bahwa mekanisme tersebut kemungkinan juga berlaku dalam pembentukan bunga, akar, dan bagian tanaman lainnya, yang berpotensi membantu para ilmuwan mengembangkan tanaman budi daya dengan pertumbuhan yang lebih optimal, hasil panen yang lebih tinggi, serta ketahanan yang lebih baik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kalimantan punya spesies baru katak tanduk
Indonesia
•
05 Oct 2019

Xiaomi luncurkan ‘smartphone’ hingga tablet baru di pasar Indonesia
Indonesia
•
05 Mar 2026

Washington Post: Dampak kenaikan suhu, AS alami musim nyamuk yang lebih panjang
Indonesia
•
23 Aug 2024

Tim peneliti di Australia temukan pembuluh darah cetak 3D dapat ungkap rahasia strok
Indonesia
•
20 Nov 2025


Berita Terbaru

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026

Dari robot humanoid hingga eVTOL, jurnalis dunia saksikan wajah kota masa depan di Shenzhen
Indonesia
•
27 Jul 2026

Obat Davunetide berpotensi perlambat penyakit otak langka pada pasien perempuan
Indonesia
•
27 Jul 2026
