
Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif

Ilustrasi. (Elena Mozhvilo on Unsplash)
Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti Israel mengungkap sebuah mekanisme yang sebelumnya tidak diketahui yang memungkinkan bakteri mengembangkan resistansi antibiotik dengan cepat, demikian diungkapkan Institut Teknologi Israel dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/7).
Temuan tersebut, yang telah dipublikasikan di jurnal Nature Microbiology, dapat membuka jalan bagi pengobatan baru yang meningkatkan efektivitas antibiotik dan membantu memperlambat penyebaran infeksi yang resistan terhadap obat, sebut pernyataan itu.
Melalui mekanisme itu, bakteri dapat meningkatkan jumlah salinan gen tertentu, sehingga membantu bakteri bertahan hidup saat terpapar antibiotik.
Tim peneliti itu mengidentifikasi mekanisme tersebut menggunakan AmpliFinder, sebuah alat komputasional yang dikembangkan oleh tim untuk menganalisis lebih dari 10.000 sampel bakteri yang berevolusi di laboratorium.
Penelitian tersebut menemukan bahwa bakteri dapat membuat puluhan salinan gen yang berkaitan dengan resistansi melalui bentuk amplifikasi DNA yang unik, memungkinkan mereka beradaptasi dengan cepat terhadap pengobatan antibiotik.
Proses itu teramati pada dua spesies bakteri, yakni Escherichia coli dan Acinetobacter baumannii. Proses ini membantu bakteri bertahan hidup pada kadar antibiotik yang lebih tinggi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vaksin Rusia diklaim efektif lawan setiap dosis virus
Indonesia
•
07 Sep 2020

Tulang ular prasejarah ditemukan di China selatan
Indonesia
•
05 Apr 2023

China perkenalkan platform komputasi kuantum berbasis awan baru
Indonesia
•
05 Jun 2023

Limbah cangkang diubah jadi batu bata ramah lingkungan di Taiwan
Indonesia
•
01 Oct 2022


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
