Ilmuwan ungkap mekanisme di balik pola warna kompleks pada kelopak bunga

Foto yang diabadikan pada 20 Juli 2022 ini memperlihatkan bunga teratai yang sedang mekar di Taman Yuanmingyuan di Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Li Xin)
Warna kelopak Nigella orientalis kompleks dalam hal pola warna, tercermin di berbagai level, dengan jumlah dan susunan sel berpigmen yang berbeda sebagai kuncinya.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China mengungkap mekanisme yang mendasari pembentukan pola warna yang kompleks pada kelopak bunga Nigella orientalis (Ranunculaceae).Tim ilmuwan dari Institut Botani di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) menganalisis basis seluler, zat kromogenik, spektrum pantulan, proses perkembangan, dan mekanisme-mekanisme yang mendasari pembentukan pola warna yang kompleks pada kelopak bunga Nigella orientalis dengan melakukan studi morfologi, anatomi, biokimia, optik, transkriptomik, dan fungsional yang terperinci.Tim ilmuwan itu menemukan bahwa kompleksitas kelopak bunga tersebut dalam hal pola warna tercermin di berbagai level, dengan jumlah dan susunan sel berpigmen yang berbeda sebagai kuncinya, menurut sebuah makalah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal New Phytologist.Dengan melacak proses pembentukan pola warna, tim ilmuwan juga menemukan bahwa biosintesis zat kromogenik dari warna-warna yang berbeda bersifat berurutan, sehingga setiap warna atau pola bertumpuk di atas yang lainnya.Studi ekspresi dan fungsional lebih lanjut mengungkap bahwa sepasang gen R2R3-MYB berfungsi secara kooperatif untuk menentukan pembentukan garis horizontal yang menyerupai alis dan percikan yang menyerupai potongan rambut Mohawk, menurut makalah penelitian tersebut.Nigella orientalis memiliki dedaunan hijau pakis halus dan menghasilkan bunga kuning tinggi yang tidak biasa dengan polong berbentuk vas bergalur. Tanaman ini bagus untuk pagar pembatas, penanaman massal dan sebagai bunga potong. Polong biji tanaman ini bersifat kering dan bagus untuk karangan bunga.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia kembangkan algoritma prediksi keparahan infeksi
Indonesia
•
18 Dec 2020

Terumbu karang massif ditemukan di bawah permukaan ‘zona senja’ Tahiti
Indonesia
•
20 Jan 2022

China temukan sumber bijih lithium dalam jumlah besar
Indonesia
•
19 Jan 2024

Sekjen PBB luncurkan badan penasihat di bidang AI
Indonesia
•
27 Oct 2023
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
