
Sekjen PBB luncurkan badan penasihat di bidang AI

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (kiri, belakang) berbicara dalam konferensi pers peluncuran Badan Penasihat Tingkat Tinggi untuk Kecerdasan Buatan di markas besar PBB di New York pada 26 Oktober 2023. (Xinhua/Xie E)
Potensi bahaya artificial intelligence juga mencakup kekhawatiran serius terkait informasi yang keliru dan hoaks, mengakarnya bias dan diskriminasi, pengawasan dan pelanggaran privasi, penipuan, serta berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia lainnya.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (26/10) meluncurkan Badan Penasihat Tingkat Tinggi untuk Kecerdasan Buatan (High-Level Advisory Body on Artificial Intelligence) guna menyempurnakan tata kelola global atas perangkat-perangkat baru yang berkembang pesat itu.Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat mendorong kemajuan luar biasa bagi umat manusia. Pada saat yang sama, AI dapat menimbulkan kerugian, kata sekjen PBB itu pada sebuah acara peluncuran.Mulai dari memprediksi dan mengatasi krisis hingga meluncurkan layanan kesehatan masyarakat dan layanan pendidikan, AI dapat meningkatkan dan memperkuat upaya pemerintah, masyarakat sipil, dan PBB secara menyeluruh. Potensi transformatif AI untuk kebaikan bahkan sulit dipahami. Selain itu, dunia saat ini juga sangat membutuhkan fasilitator dan akselerator ini, lanjut Guterres.Mengingat banyak negara sudah merasakan dampak dari krisis iklim, Agenda 2030 berada dalam masalah besar. AI dapat membantu mengubah keadaan. AI dapat mendongkrak aksi iklim dan upaya untuk mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal/SDG) per 2030, lanjut Guterres.Namun, semua ini bergantung pada teknologi AI yang dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan dapat diakses oleh semua orang, termasuk negara-negara berkembang yang paling membutuhkannya, sebut Guterres.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara dalam konferensi pers peluncuran Badan Penasihat Tingkat Tinggi untuk Kecerdasan Buatan di markas besar PBB di New York pada 26 Oktober 2023. (Xinhua/Xie E)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti usulkan strategi pengolahan air berkelanjutan dengan fokus pada kontaminan
Indonesia
•
07 Feb 2025

Tim peneliti China kembangkan alat pacu jantung mikro seukuran kapsul berdaya mandiri
Indonesia
•
27 Jan 2026

Indonesia punya lebih dari 1.500 danau
Indonesia
•
08 Dec 2020

Boeing mulai produksi helikopter MH-139A Grey Wolf
Indonesia
•
08 Mar 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
