
Wabah hantavirus di kapal pesiar disebabkan virus Andes

Sebuah ambulans yang dikerahkan dalam evakuasi penumpang yang diduga terinfeksi hantavirus terlihat di Praia, Tanjung Verde, pada 6 Mei 2026. (Xinhua/Elton Monteiro)
Wabah hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius telah menginfeksi delapan orang dan menyebabkan tiga kematian.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Lima dari delapan kasus yang dilaporkan dari kapal pesiar MV Hondius telah dikonfirmasi sebagai infeksi hantavirus, dan virus yang terlibat adalah virus Andes, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis (7/5).
Wabah di atas kapal pesiar tersebut telah menginfeksi delapan orang dan menyebabkan tiga kematian. Tedros mengatakan dalam konferensi pers daring bahwa lima orang yang menunjukkan gejala telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, sementara tiga lainnya masih berstatus kasus suspek.
Tidak ada penumpang maupun awak kapal lain yang saat ini menunjukkan gejala, kata Tedros, seraya menambahkan bahwa WHO mengetahui adanya laporan mengenai orang lain yang mengalami gejala dan kemungkinan pernah melakukan kontak dengan salah satu penumpang. Setiap kasus tetap berada dalam pemantauan ketat oleh otoritas terkait.
Virus Andes, hantavirus langka yang terutama ditemukan di Amerika Selatan, merupakan virus yang ditularkan oleh hewan pengerat dan memiliki kemampuan penularan terbatas antarmanusia. Wabah sebelumnya menunjukkan bahwa penularan biasanya terjadi melalui kontak dekat dan berkepanjangan, khususnya di antara anggota keluarga serumah dan tenaga kesehatan.
"Mengingat masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam pekan, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan," kata Tedros, seraya menambahkan bahwa WHO menilai risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan masih rendah.
Kapal tersebut saat ini sedang berlayar menuju Kepulauan Canary. Penumpang di atas kapal diminta tetap berada di kabin masing-masing selama proses disinfeksi dilakukan. Siapa pun yang mengalami gejala akan segera diisolasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China upayakan vitalitas pascalevel manajemen COVID-19 diturunkan
Indonesia
•
09 Jan 2023

Pengurutan genom lengkap ungkap struktur genetik dan evolusi populasi Afrika
Indonesia
•
27 Mar 2023

Kotak hitam pesawat Nepal yang jatuh ditemukan, 4 korban masih dicari
Indonesia
•
16 Jan 2023

Feature – Kisah pilu ibu Palestina yang berhasil selamat dari perang Gaza
Indonesia
•
20 Aug 2024


Berita Terbaru

Tak cuma angkat trofi, juara Piala Dunia 2026 juga bawa pulang cincin juara
Indonesia
•
17 Jul 2026

MPLS Unik! Siswa SMP di Yogyakarta belajar selamatkan diri saat gempa
Indonesia
•
17 Jul 2026

Selada di Taco Bell diduga picu wabah siklosporiasis, kasus infeksi di AS tembus 1.645
Indonesia
•
17 Jul 2026

Gelombang panas di Belanda diduga sebabkan 911 kematian berlebih dalam dua pekan
Indonesia
•
16 Jul 2026
