
Spanyol konfirmasi akan terima kapal pesiar yang terkait hantavirus di Kepulauan Canary

Foto yang diabadikan pada 21 Mei 2023 ini menunjukkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan latar belakang kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Madrid, Spanyol (Xinhua/Indonesia Window) – Spanyol akan menerima MV Hondius, kapal pesiar yang terkait dengan hantavirus, di Kepulauan Canary sesuai dengan hukum internasional dan semangat kemanusiaan, urai Kementerian Kesehatan Spanyol dalam sebuah pernyataan di media sosial pada Selasa (5/5).
Menurut pernyataan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berkoordinasi dengan Uni Eropa (UE), telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal yang saat ini berada di dekat Tanjung Verde tersebut, tempat kasus penularan hantavirus terdeteksi dalam pelayarannya.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC) sedang melakukan evaluasi komprehensif terkait situasi di atas kapal tersebut untuk menentukan siapa saja yang memerlukan evakuasi segera di Tanjung Verde. Para penumpang dan awak kapal lainnya akan meneruskan perjalanan menuju Kepulauan Canary, dengan perkiraan waktu kedatangan tiga hingga empat hari. Pelabuhan spesifik yang akan disinggahi belum ditentukan.
Setibanya di Kepulauan Canary, para penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan medis dan ditangani melalui fasilitas dan sistem transportasi yang telah disiapkan khusus untuk penanganan dan pemindahan. Proses itu akan dilakukan sedemikian rupa agar dapat menghindari kontak dengan populasi setempat. Langkah-langkah tersebut akan diterapkan sesuai dengan protokol penanganan kasus dan kontak terpadu yang dikembangkan oleh WHO dan ECDC, guna memastikan jaminan keselamatan yang diperlukan.
Pemerintah Spanyol menuturkan rincian lebih lanjut akan diumumkan setelah WHO dan ECDC merampungkan rencana operasionalnya, dan update berita akan disampaikan seiring progres implementasi rencana tersebut.
Operator kapal pesiar Belanda, Oceanwide Expeditions, pada Selasa malam mengonfirmasi bahwa dua awak kapal MV Hondius yang diduga terjangkit hantavirus dan seorang individu lain yang memiliki hubungan dengan tamu yang meninggal dunia pada Sabtu (2/5) akan dievakuasi ke Belanda, meski belum ada jadwal pasti yang diberikan.
Pernyataan pemerintah Spanyol memaparkan bahwa Tanjung Verde tidak memiliki kapasitas untuk melaksanakan operasi tersebut, menjadikan Kepulauan Canary sebagai lokasi terdekat yang sesuai. Sebagai bagian dari operasi itu, pemerintah Spanyol juga telah menyetujui permintaan dari pemerintah Belanda untuk menerima dokter yang sakit parah dari kapal tersebut, yang akan dipindahkan menuju Kepulauan Canary menggunakan pesawat medis.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tembakkan rudal selama latihan di perairan lepas Taiwan
Indonesia
•
04 Aug 2022

Kedubes Iran sebut terbunuhnya Sekjen Hizbullah Nasrallah ancam perdamaian dan keamanan dunia
Indonesia
•
01 Oct 2024

Kanselir Jerman Scholz dicalonkan sebagai kandidat utama SPD dalam pemilu dini tahun depan
Indonesia
•
28 Nov 2024

Jepang ingatkan China berpikir dua kali sebelum invasi Taiwan
Indonesia
•
02 Dec 2021


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
