Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia

Foto menunjukkan para siswa menampilkan pertunjukan dalam Acara Perayaan Penuh Warna Festival Pertengahan Musim Gugur Indonesia (Indonesian Colorful Event Celebrates Mid-Autumn Festival) kelima di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada 20 September 2026. (Xinhua)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Pada pagi hari 20 September, Acara Perayaan Penuh Warna Festival Pertengahan Musim Gugur Indonesia (Indonesian Colorful Event Celebrates Mid-Autumn Festival) kelima digelar di Batam.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Chinese Bridge Club, dengan Chinese Bridge Club Jakarta Station dan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta sebagai mitra penyelenggara, serta didukung oleh Universitas Universal Batam dan Sekolah Maitreyawira Batam. Acara ini menarik hampir 800 penonton, termasuk guru dan siswa sekolah, komunitas Tionghoa lokal, serta tamu dari berbagai kalangan.

Diselenggarakan selama lima tahun berturut-turut sejak 2022, Acara Perayaan Penuh Warna Festival Pertengahan Musim Gugur Indonesia telah menjadi wadah bagi pembelajar bahasa Tionghoa, generasi muda Indonesia, dan masyarakat lokal untuk mengenal bahasa dan budaya Tionghoa.

Cai Changjie, yang merupakan ketua Chinese Bridge Club Jakarta Station sekaligus ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta, mengatakan bahwa pewarisan budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dan pengalaman langsung.

Gelaran tahun ini mengusung tema ‘Bulan Bersinar di Nusantara, Kasih Terjalin dalam Budaya’. Rektor Universitas Universal Batam Lin Qingxiang mengatakan Festival Pertengahan Musim Gugur tidak hanya menjadi simbol kebersamaan dan syukur dalam budaya tradisional Tionghoa, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pemahaman lintas budaya dan keharmonisan bersama.

Berbagai pertunjukan dalam festival tersebut memadukan budaya tradisional Tionghoa dengan seni lokal Indonesia, termasuk bian lian, kaligrafi, seni teh, guzheng, angklung, serta tarian tradisional Indonesia dan Tionghoa.

Kegiatan interaktif seperti membuat kipas berlapis pernis dan membuat kaligrafi juga disediakan bagi para penonton.

Melalui perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur dan pembelajaran bahasa Tionghoa, kegiatan tersebut memperkaya pengalaman budaya masyarakat setempat, sekaligus mendorong saling pengertian dan pertukaran persahabatan antara masyarakat Indonesia dan China.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait