Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia

Sejumlah warga lanjut usia (lansia) berjalan-jalan di Tokyo, Jepang, pada 18 September 2023. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas di Jepang tercatat sekitar 36,24 juta jiwa per 15 September, yang mencakup rekor tertinggi 29,6 persen dari total populasi negara tersebut, menurut perkiraan pemerintah yang dirilis pada Ahad (20/9).

Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) meningkat sekitar 20.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah perempuan tercatat lebih banyak daripada laki-laki, yaitu sekitar 20,54 juta jiwa berbanding 15,71 juta jiwa.

Berdasarkan kelompok usia, terdapat sekitar 29,11 juta orang berusia 70 tahun ke atas, sekitar 21,68 juta orang berusia 75 tahun ke atas, dan sekitar 12,88 juta orang berusia 80 tahun ke atas, menurut Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

Senin (21/9) menandai Hari Lansia di Jepang.

Data tersebut juga menunjukkan sekitar 9,43 juta orang berusia 65 tahun ke atas masih bekerja pada 2025, meningkat untuk tahun ke-22 berturut-turut.

Mereka menyumbang sekitar 13,8 persen dari total pekerja di Jepang, yang juga merupakan rekor tertinggi.

Berdasarkan industri, sektor grosir dan ritel memiliki jumlah pekerja lansia terbanyak, yaitu sekitar 1,31 juta orang.

Penuaan populasi Jepang semakin tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut proyeksi dari Lembaga Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Nasional Jepang, proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas akan meningkat menjadi 34,8 persen dari total populasi pada 2040, seiring penduduk kelahiran era baby boom kedua Jepang, yakni antara tahun 1971 hingga 1974, menginjak usia 65 tahun ke atas.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait