
Trump sebut serangan militer terhadap Iran akan "segera" berakhir, menteri perang sebut baru mulai

Tenaga kesehatan berunjuk rasa di depan sebuah rumah sakit yang rusak akibat serangan Amerika Serikat-Israel di Teheran, Iran, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Trump menyatakan bahwa tujuan AS di Iran sebagian besar telah tercapai, tetapi ini bertentangan dengan peringatan sebelumnya dari Menteri Perang AS Pete Hegseth bahwa pertempuran baru saja dimulai.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (9/3) mengatakan bahwa serangan militer AS-Israel terhadap Iran akan "segera" berakhir.
Ketika ditanya dalam sebuah konferensi pers di Florida soal apakah serangan tersebut bisa berakhir pekan ini, Trump menjawab tidak. "Tetapi segera. Sebentar lagi," ujarnya.
Trump menyampaikan sesuatu yang terdengar seperti pesan yang bertentangan, menyatakan bahwa tujuan AS sebagian besar telah tercapai tetapi juga mendukung peringatan sebelumnya dari Menteri Perang AS Pete Hegseth bahwa pertempuran baru saja dimulai.
"Ya, saya rasa Anda bisa mengatakan keduanya," kata Trump. "Ini adalah awal dari membangun sebuah negara baru."
Trump mengeklaim bahwa Iran kini "tidak memiliki angkatan laut, angkatan udara, peralatan pertahanan udara. Semuanya telah dihancurkan."
Menurut Trump, pasukan AS telah menyerang lebih dari 5.000 target sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
"Beberapa di antaranya merupakan target yang sangat penting," kata Trump, seraya menambahkan bahwa militer AS menyisakan "sebagian target paling penting untuk nanti jika kami perlu melakukannya."
"Jika kami menyerangnya, akan memakan waktu bertahun-tahun bagi mereka untuk membangun kembali, yang berkaitan dengan produksi listrik dan banyak hal lainnya," ujar Trump.
Trump juga mengatakan dia "kecewa" dengan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, tetapi menolak menjawab apakah putra Ali Khamenei itu akan menjadi target serangan mematikan.
"Saya kecewa karena kami pikir itu hanya akan menimbulkan lebih banyak masalah yang sama bagi negara tersebut. Jadi saya kecewa melihat pilihan mereka," kata Trump kepada awak media.
Trump juga mengatakan Gedung Putih akan "menghapus beberapa sanksi terkait minyak untuk menurunkan harga," tetapi tidak menyebutkan sanksi mana yang akan dicabut.
"Kami menerapkan sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai situasi kembali normal," kata Trump. Dia juga mengancam bahwa jika Iran melakukan "upaya apa pun untuk menghentikan pasokan minyak dunia," negara itu akan "diserang dengan level yang jauh lebih tinggi."
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Senin mengatakan melalui platform X bahwa negaranya memiliki "banyak kejutan" untuk AS, serta menegaskan kesiapan Iran menghadapi setiap "rencana" AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump kembali tegaskan klaimnya bahwa perang Iran "jauh lebih cepat dari jadwal"
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jubir Kemenlu China: Ekspansi BRICS cerminkan prospeknya yang cemerlang
Indonesia
•
03 Jan 2024

Arab Saudi izinkan umroh anak-anak yang divaksinasi penuh
Indonesia
•
26 Feb 2022

Hunter Biden dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan pidana terkait senjata api
Indonesia
•
12 Jun 2024


Berita Terbaru

Trump rencanakan perpanjangan blokade terhadap Iran
Indonesia
•
30 Apr 2026

Analisis – Akankah aliansi oposisi baru Israel ‘Together’ patahkan dominasi Netanyahu dalam politik Israel?
Indonesia
•
30 Apr 2026

Partai Demokrat ingin cegah Trump serang Kuba, Senat AS tak setuju
Indonesia
•
30 Apr 2026

Deplu AS akan terbitkan paspor dalam jumlah terbatas yang tampilkan potret Trump
Indonesia
•
30 Apr 2026
