
Presiden Yoon Suk-yeol ditangkap tim investigasi gabungan Korsel

Polisi Korea Selatan (Korsel) terlihat berjaga di dekat kediaman kepresidenan di Seoul, Korsel, pada 15 Januari 2025. (Xinhua/Yao Qilin)
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol pada Rabu (15/1) ditangkap di kediaman kepresidenan. Yoon menjadi presiden pertama di Korsel yang ditahan selama masa jabatannya karena memberlakukan darurat militer yang bersifat sementara.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol pada Rabu (15/1) ditangkap di kediaman kepresidenan. Yoon menjadi presiden pertama di Korsel yang ditahan selama masa jabatannya karena memberlakukan darurat militer yang bersifat sementara.Tim investigasi gabungan, yang mencakup Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (Corruption Investigation Office for High-ranking Officials/CIO), Kantor Investigasi Nasional (National Office of Investigation/NOI), dan kantor pusat investigasi Kementerian Pertahanan Korsel, mengatakan dalam pemberitahuan singkat bahwa Yoon ditangkap pada pukul 10.33 waktu setempat (pukul 08.33 WIB).Rekaman yang disiarkan di televisi menunjukkan, setelah Yoon berhasil ditangkap, kendaraan yang membawa Yoon meninggalkan kediaman kepresidenan di pusat kota Seoul untuk diinterogasi di kantor CIO di Gwacheon, sebelah selatan Seoul, sebelum ditahan di Pusat Penahanan Seoul di Uiwang yang berjarak hanya 5 kilometer dari kantor CIO.CIO memiliki waktu 48 jam untuk memutuskan apakah akan mengajukan surat perintah terpisah untuk menahan Yoon hingga 20 hari guna menjalani interogasi lebih lanjut atau membebaskannya.Yoon menjadi presiden petahana pertama dalam sejarah modern Korsel yang ditahan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penduduk Okinawa keluhkan penanganan pemerintah Jepang soal keberadaan militer AS
Indonesia
•
28 Jun 2025

Erdogan sebut Turkiye gelar pemilu 14 Mei, meski dalam pemulihan pascagempa
Indonesia
•
02 Mar 2023

Majelis Umum PBB resmi tutup debat umum sesi ke-80
Indonesia
•
30 Sep 2025

Brasil bergabung dalam gugatan Afrika Selatan atas senosida oleh Israel di Mahkamah Internasional
Indonesia
•
25 Jul 2025


Berita Terbaru

Kremlin sebut situasi Timur Tengah berkembang sesuai skenario terburuk
Indonesia
•
27 Mar 2026

Hakim AS tangguhkan upaya Pentagon hukum Anthropic yang tolak berikan akses kepada pemerintah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jumlah korban sipil di Iran dan Lebanon kian bertambah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Analisis – Pengerahan pasukan darat AS ke Iran dapat rugikan Trump dari segi politik
Indonesia
•
27 Mar 2026
