
Trump nilai pengerahan pasukan darat di Iran tidak diperlukan

Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2026 ini menunjukkan asap tebal di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (2/3) malam bahwa "mereka sudah sangat dekat" dengan tujuannya di Iran, seraya menambahkan bahwa pengerahan pasukan darat kemungkinan tidak diperlukan.
Dalam serangkaian unggahan di X pada Senin malam, Kellie Meyer, koresponden Gedung Putih untuk News Nation, mengatakan dia baru saja berbicara dengan Trump dalam percakapan via telepon selama dua menit.
Dalam reaksi pertama Trump terhadap serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh, dia hanya menjawab Meyer bahwa "Anda akan segera tahu" balasan apa yang akan dilakukan AS.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan opsi pengerahan pasukan darat AS, Trump menjawab, "Saya tidak akan memberikan jawaban pasti mengenai hal itu. Saya rasa, hal itu tidak diperlukan."
Pernyataan Trump tersebut disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pemerintahan Trump yakin tujuan mereka di Iran "dapat dicapai tanpa pengerahan pasukan darat".
"Saat ini, fokus kami adalah menghancurkan peluncur rudal balistik mereka, persediaan rudal balistik mereka, dan kemampuan manufaktur rudal balistik mereka, serta drone serang satu arah dan Angkatan Laut mereka," kata Rubio kepada wartawan di Capitol Hill menjelang pertemuan tertutup para pemimpin kongres pada Senin sore.
Sementara itu, Amir Saeid Iravani, perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk "bertindak tegas, jelas, dan tanpa ambiguitas" dalam merespons serangan AS dan Israel.
Dalam sebuah pernyataan kepada pers, Iravani mengatakan bahwa AS, dengan koordinasi penuh bersama Israel, melancarkan serangan militer "kedua yang disengaja dan tanpa provokasi" terhadap Iran, yang menunjukkan "tindakan agresi terencana".
Iravani menuduh AS dan Israel "dengan sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil", yang mengakibatkan tewasnya 165 pelajar putri di sebuah sekolah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dan menyebut "tindakan-tindakan ini merupakan agresi, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan".
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hong Kong buang 200 kg mangga Taiwan karena terkontaminasi COVID
Indonesia
•
07 Jul 2022

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026

Biden mendadak ke Kiev di tengah unjuk rasa antiperang di AS
Indonesia
•
21 Feb 2023

Pasukan AS serang pangkalan rudal dan kapal penebar ranjau Iran
Indonesia
•
26 May 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
