
Rusia mulai gelar pemilu presiden

Seorang pria memberikan suaranya di Vladivostok, Rusia, pada 15 Maret 2024. Para pemilih Rusia mulai mendatangi tempat pemungutan suara untuk pemilihan presiden 2024 di wilayah Timur Jauh, termasuk Kamchatka, Chukotka, dan wilayah lainnya pada Jumat (15/3) pukul 08.00 waktu setempat. (Xinhua/Guo Feizhou)
Pemilu presiden di Rusia diikuti oleh empat kandidat, yakni Leonid Slutsky dari Partai Demokrat Liberal Rusia, Nikolai Kharitonov dari Partai Komunis Rusia, Vladislav Davankov dari Partai Rakyat Baru Rusia, serta Vladimir Putin, presiden petahana sekaligus kandidat independen.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Para pemilih Rusia mulai mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024 di wilayah Timur Jauh, termasuk Kamchatka, Chukotka, dan sejumlah wilayah lainnya, pada Jumat (15/3) pukul 08.00 waktu setempat.Empat kandidat akan bersaing untuk posisi teratas, yakni Leonid Slutsky dari Partai Demokrat Liberal Rusia, Nikolai Kharitonov dari Partai Komunis Rusia, Vladislav Davankov dari Partai Rakyat Baru Rusia, serta Vladimir Putin, presiden petahana sekaligus kandidat independen.Rusia telah mendirikan lebih dari 90.000 TPS yang beroperasi pada 15-17 Maret, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat.Mengingat luasnya wilayah Rusia yang mencakup berbagai zona waktu, Kamchatka dan Chukotka, yang terletak di wilayah Timur Jauh, merupakan wilayah-wilayah pertama yang memulai pemungutan suara. Sedangkan TPS di Kaliningrad, yang terletak di ujung barat Rusia, akan menjadi TPS terakhir yang mengadakan pemungutan suara.Menurut data yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia, sekitar 110 juta warga Rusia berhak untuk memberikan suara, termasuk lebih dari 1,8 juta warga negara Rusia yang tinggal di luar negeri.Berdasarkan regulasi pemilihan presiden di Rusia, kandidat yang memperoleh lebih dari 50 persen suara akan memenangkan pilpres. Apabila terdapat lebih dari dua kandidat dan tidak ada satu pun yang memperoleh 50 persen suara, Komisi Pemilihan Umum Pusat akan mengumumkan pemungutan suara putaran kedua bagi dua kandidat teratas. Kandidat dengan suara terbanyak pada putaran kedua akan terpilih sebagai presiden.Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia akan mengonfirmasi hasil pemilihan umum paling lambat pada 28 Maret, dan kemudian mengumumkan hasil akhirnya dalam waktu tiga hari setelah konfirmasi tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Pantai Gading umumkan penarikan pasukan Prancis pada Januari
Indonesia
•
04 Jan 2025

Kementerian Pendidikan Taiwan didesak menindak 'perdagangan manusia' mahasiswa asing
Indonesia
•
13 Jan 2022

China desak pejabat AS bijaksana tangani isu terkait Taiwan
Indonesia
•
04 Feb 2023

Biden persingkat perjalanannya ke Asia-Pasifik karena kebuntuan plafon utang
Indonesia
•
17 May 2023


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
